09 October 2020, 18:40 WIB

Sosialisasi Disiplin Protokol Kesehatan Mendesak dan Prioritas


Ruta Suryana | Humaniora

KEPALA Satgas Nasional Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan sosialisasi disiplin protokol kesehatan sangat mendesak dilakukan dan perlu diprioritaskan di daerah, baik melalui media massa maupun media sosial.

"Satgas sendiri telah bekerjasama dengan Dewan Pers dan sejumlah media untuk mendukung dan mengisi program yang dalam hal ini berhubungan dengan perubahan perilaku masyarakat," ujar Doni Monardo dalam rapat kerja dan pengarahan Ketua Satgas Covid-19 Nasional bersama Satgas Penanganan Covid-19 se-Bali yang berlangsung secara video conference dari Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Bali Jumat (9/10).

Menurut Doni, dalam sosialisasi itu perlu disampaikan dengan dengan kearifan lokal, bahasa-bahasa setempat juga tak kalah penting. "Karena sekali lagi pemahaman yang kurang akan berbahaya, tentang apa itu new normal, apa itu sosial distancing, dan lainnya," katanya.

Pemerintah Pusat, katanya, melalui Satgas melakukan berbagai upaya untuk mendukung penuh sejumlah provinsi yang dianggap memiliki peningkatan kasus, termasuk Bali. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19.

"Berdasakan data BPS, jumlahnya 17 persen atau sekitar 45 juta orang.  Di Bali sekitar 20,78 persen masyarakatnya merasa tidak mungkin terpapar. Ini adalah angka yang sangat besar dan untuk itu, langkah dan upaya untuk memutus mata rantai ini harus ditingkatkan lagi," tandasnya.

Doni juga mengingatkan sampai saat ini vaksin untuk Covid-19 belum ada dan jika pun sudah ada, distribusinya tidak bisa serta merta untuk keseluruhan masyarkat namun perlu tahapan-tahapan. "Jadi untuk saat ini, vaksin terbaik adalah patuh dan disiplin (protokol kesehatan-red). Sudah lebih dari satu juta orang yang meninggal diseluruh dunia, sudah lebih dari 35 juta orang terpapar. Sudah sangat banyak tenaga kesehatan kita yang gugur menjalankan tugasnya sebagai pahlawan kemanusiaan dan kita tidak ingin ini terus terjadi," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT