09 October 2020, 18:30 WIB

Polda Jatim Pulangkan Pelajar yang Ditangkap Saat Demo Omnibus Law


Heri Susetyo | Nusantara

RATUSAN pelajar yang ditangkap karena ikut unjuk rasa menolak Omnibus Law pada Kamis 8/10), dipulangkan dari Mapolda Jatim, Jumat (9/10). Sebelum dipulangkan, seluruh pelajar ini didata dan orang tua mereka juga dipanggil.

Ratusan pelajar itu sebelumnya ditangkap saat ikut unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Mereka ditangkap karena disinyalir membuat onar dan anarkis saat unjuk rasa.

Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran melihat secara langsung proses pemeriksaan para pelajar tersebut. Pada kesempatan tersebut Kapolda menegaskan, Polri mempersilakan siapapun untuk mengutarakan dan menyampaikan aspirasi ke publik.

Namun dalam menyampaikan aspirasi tidak boleh mengganggu kepentingan umum apalagi anarkis. Apabila ada yang melakukan tindakan anarkis, Polri tidak akan segan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

"Saya akan pulangkan mereka yang sudah kita amankan dan akan dikembalikan ke orang tua. Namun saya tidak akan beri toleransi bagi siapapun jika terbukti melakukan tindakan anarkis," kata Kapolda.

Fadil menegaskan, pihaknya akan memproses hukum terhadap mereka yang melakukan perusakan fasum dan memprovokasi terjadinya kericuhan saat demo di Grahadi. Kapolda meyakini ada kelompok lain yang sengaja memprovokasi hingga terjadinya tindak anarkis.
 
Kapolda berharap, ratusan pelajar ini tidak mengulangi perbuatannya. Para orang tua juga diminta lebih ketat mengawasi dan membina anaknya.

"Saya harap orang tua nanti bisa memberi nasehat kepada anak anaknya, agar tidak ikut dalam aksi apapun jika memang tidak mengerti maksud dan tujuannya," kata Fadil.

Para pelajar tersebut juga menjalani rapid dan swab test sebelum dipulangkan. Hal ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid-19. Setelah menemui ratusan orang tua, kapolda juga membagikan masker dan vitamin kepada para orang tua. (R-1)

BERITA TERKAIT