09 October 2020, 18:22 WIB

1.192 Pendemo Ditangkap, 50% Dari Luar Jakarta dan 60% Pelajar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza menyayangkan banyak peserta aksi demonstrasi masih berstatus pelajar.

Ia mengetahui hal tersebut dari pantauan langsung ke markas Polda Metro Jaya.

"Tadi saya melakukan peninjauan ke Polda metro, melihat adik-adik kita, ada pelajar, mahasiswa yang diamankan. Kurang lebih ada 1.192 yang diamankan sejak tadi malam. Dari semua itu, ternyata lebih dari 50% adalah bukan warga Jakarta. Lebih dari 60% ternyata usianya di bawah 19 tahun atau statusnya pelajar. Bukan mahasiswa apalagi buruh," kata Ariza di Balai Kota, Jumat (9/10).

Ia mengkhawatirkan para pelajar itu terpancing untuk melakukan tawuran karena gesekan antar kelompok.

"Untuk itu, kami minta adik-adikku yang saya cintai, tidak usah ikut-ikut. kalau tidak mengetahui harus hati-hati. Nanti berbahaya, kalau di jalan nanti ada kerusuhan, ada keramaian, tawuran, perkelahian, nanti kena batu, dan sebagainya. Adik-adik pelajar, saran saya ya belajar. Urusan demo itu biarlah bagi mereka yang sudah dewasa, urusan buruh dan mahasiswa," imbaunya.

Di sisi lain, kepada para mahasiswa dan buruh pun ia meminta agar selain berunjuk rasa, juga dapat mengambil prosedur yang sesuai dengan konstitusi yakni mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Upaya ini bisa dilakukan secara konstitusi dengan 'judicial review', sebagaimana saya dengar serikat buruh bagus sekali, akan melakukan JR ke Mahkamah Konstitusi. Itulah konstitusi kita. Apalagi sekarang di masa pandemi ini sangat berbahaya, nanti terjadi klaster baru didemo," jelasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT