09 October 2020, 17:16 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Klaten Salurkan 2,5 Juta Liter Air Bersih


Djoko Sardjono | Nusantara

KRISIS air bersih meluas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengirimkan bantuan air sebanyak 513 tangki atau 2.565.000 liter ke 18 desa yang mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Yuwana Haris, Jumat (9/1), saat dikonfirmasi Media Indonesia  mengatakan, krisis air bersih terparah saat ini terjadi di 14 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Bayat dan Kemalang.

Krisis air bersih di Kecamatan Bayat melanda sembilan desa, yaitu Desa Jarum, Tegalrejo, Gunung Gajah, Wiro, Jambakan, Krikilan, Dukuh, dan Desa Ngerangan. Hingga saat ini, BPBD Klaten telah mengirimkan bantuan air 155 tangki atau sebanyak 775.000 liter.

Sedangkan di Kecamatan Kemalang, krisis air melanda lima desa, yaitu Desa Sidorejo, Tangkil, Kendalsari, Tlogowatu, dan Tegalmulyo. BPBD Klaten telah menyalurkan bantuan air 273 tangki atau sebanyak 1.365.000 liter untuk membantu warga yang mengalami kekeringan.

Adapun empat desa kekeringan lainnya, Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko, Desa Gaden di Kecamatan Trucuk, serta Desa Bandungan dan Temuireng di Kecamatan Jatinom. Empat desa di tiga kecamatan itu mendapat bantuan air 85 tangki atau 425.000 liter.

"Bantuan air bersih yang disalurkan untuk daerah yang dilanda kekeringan, diprioritaskan untuk pengisian bak-bak penampungan air. Selain itu, tempat ibadah (masjid) dan warga penyandang disabilitas," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten.

Untuk penanganan daerah kekeringan, BPBD Klaten 2020 menyiapkan anggaran Rp242,95 juta untuk kegiatan dropping air 1.000 tangki. Hingga saat ini telah terdistribusi air bersih 513 tangki untuk membantu 18 desa terdampak kemarau tersebut. (R-1)

 

BERITA TERKAIT