09 October 2020, 16:31 WIB

Ulama Pamekasan Keluhkan Hoaks dan Ujaran Kebencian di Medsos


Heri Susetyo | Nusantara

SEJUMLAH ulama asal Kabupaten Pamekasan Madura mendatangi Mapolda Jatim menyampaikan banyaknya hoaks dan ujaran kebencian beredar di media sosial (medsos) yang menimbulkan kegaduhan, Jumat (9/10).

Para ulama ini diterima Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran di selasar lantai dua Gedung Tribrata mapolda. Dalam audensi tersebut para ulama menyampaikan kondisi ataupun sejumlah persoalan di Kabupaten Pamekasan.

Salah satu persoalan yang terjadi di Pamekasan adalah banyaknya informasi bohong atau hoaks yang ada muncul di medsos. Selain hoaks juga bermunculan ujaran kebencian yang menimbulkan kegaduhan di wilayah Pulau Garam tersebut.

"Kami berharap pihak kepolisian bisa mengantisipasi agar hoaks dan ujaran kebencian di medsos tidak semakin liar karena menimbulkan kegaduhan," kata Kiai Haji Afifuddin Toha yang mewakili para kiai sepuh tersebut.

Pada kesempatan tersebut KH Afifuddin Toha juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jatim yang telah bersedia menyempatkan diri bersilaturahim dengan mereka.Toha berharap kapolda bisa segera menyelesaikan problem yang ada di Pamekasan.

Mendapatkan informasi dari para kiai sepuh tersebut, Kapolda Jatim menyatakan siap untuk menyelesaikan persoalan itu. Kapolda akan meminta tim cyber untuk melacak medsos yang membuat gaduh di Pamekasan Madura.

"Saya siap membantu para kiai sepuh di Pamekasan soal banyaknya informasi hoaks yang ada di sana," kata kapolda.

Menurut Fadil, hoaks dan ujaran kebencian di medsos adalah salah satu masalah yang menjadi perhatian polisi. Sebab banyaknya hoaks dan ujaran kebencian di medsos bisa menimbulkan kegaduhan.

Kegaduhan yang muncul akibat hoaks dan ujaran kebencian, kata kapolda, bisa menimbulkan konflik dan mengganggu ketenangan apabila tidak segera ditangani. Maka kapolda mewanti-wanti penyebar hoaks dan ujaran kebencian, bahwa mereka bisa dikenai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (J-1)

 

BERITA TERKAIT