09 October 2020, 14:55 WIB

Demo Anarkistis di Malioboro by Design


Ardi Teristi | Nusantara

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyesalkan terjadinya unjuk rasa anarkistis di depan Gedung DPRD, di Jalan Malioboro, Kamis (8/10).

Sultan pun menyatakan kejadian itu bukan spontanitas massa, alias sudah didesain.

"Kenapa saya katakan itu by design? Karena peristiwa itu terjadi setelah unjuk rasa yang dilakukan pelajar, mahasiswa dan buruh sudah selesai. Tapi, ada sekelompok orang yang tidak mau pergi. Kami tidak mengenal mereka itu siapa," ujarnya, Jumat (9/10).

Massa yang akhirnya berbuat anarkistis itu bertahan di sekitar kantor DPRD DI Yogyakarta hingga kawasan Kotabaru. Sebelum keluar dari Kotabaru, mereka sudah mulai menghancurkan fasilitas publik.

Sri Sultan meminta aparat menangkap dan memidanakan para pelaku. "Tuntut mereka karena kerusuhan yang terjadi dilakukan by design, bukan kepentingan buruh."

Pengusutan secara pidana, lanjut Sultan, sebagai pernyataan bahwa aparat tidak main-main. "Mereka maunya bermain-main dengan kekerasan, dimana pun, di provinsi manapun. Saya sudah tahu siapa di belakang kelompok anarkistis ini." (N-2)

BERITA TERKAIT