09 October 2020, 15:15 WIB

Apindo Duga Demo Ricuh akibat Marak Misinformasi


Indi Nantika Jelita | Ekonomi

WAKIL Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam menduga penyebab demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) hingga ricuh karena adanya misinformasi atau informasi yang dipelintir.

"Banyak pro kontra yang disebabkan oleh ketidakpahaman dan maraknya misinformasi yang menyesatkan. Seperti soal cuti hamil yang dibilang akan hilang," ujar Bob kepada Media Indonesia, Jakarta, Jumat (9/10).

Bob mengatakan, bahwa tidak benar hak cuti pekerja dihapuskan dalam omnibus law. Lalu misinformasi lainnya soal pesangon yang dihilangkan dan kabar soal pegawai kontrak seumur hidup.

"Ini harus dieliminasi dengan sosial dialog yang intens sesuai dengan prinsip Hubungan Industrial Pancasila (HIP)," tegas Bob.

Apindo mendapatkan laporan perihal dampak mogok nasional kerja serta kerusuhan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bob mengatakan ada perusahaan yang mengalami gangguan sehingga mengalami keterlambatan produksi.

"Beberapa perusahaan tekstil di Jawa Barat dan beberapa kota lainnya yang mengalami gangguan tersebut," kata Bob.

Selain itu ada perusahaan yang melaporkan fasilitas kantor mengalami kerusakan yang parah akibat kerusuhan penolakan omnibus law tersebut.

"Ada yang mengalami kerusakan fasilitas produksi dan fasilitas di kantor. Kami menyesalkan hal tersebut terjadi dan berharap ada tindakan tegas dari aparat yang berwenang," tegas Bob.

Pascapersetujuan UU Ciptaker oleh DPR RI untuk disahkan menjadi undang-undang, pada Selasa (6/10), terjadi gelombang aksi buruh di berbagai wilayah seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Puncaknya pada Kamis (8/10) timbul aksi anarkis oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Mereka merusak berbagai macam fasilitas umum. (P-2)

BERITA TERKAIT