09 October 2020, 14:55 WIB

Ladang Usaha di Sisi Kartu Prakerja


Gabriel Langga | Nusantara

 

PROGRAM Kartu Pra Kerja jadi ladang usaha seorang warga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Karena lebih pintar dari kebanyakan warga lain--ia lulusan sarjana strata dua--A bersedia memandu warga lain untuk dapat mengakses program itu. Syaratnya, setiap warga yang dipandu harus membayar Rp350 ribu.

"Dia membuka jasa pelayanan pendaftaran program Kartu Prakerja secara daring. Untuk pendaftaran tahap awal, pelaku meminta uang per orang sebesar Rp50 ribu. Setelah kami lolos verifikasi, A kembali mengutip dana sebesar Rp300 ribu, dengan alasan biaya pelatihan," kata Tanti, seorang warga.

Pelatihan digelar A secara daring. Setelah pelatihan selesai, dana program diluncurkan ke setiap peserta. Saat itulah, A meminta bayaran Rp350 ribu.

"Tapi, jika tidak lolos, dia hanya minta bayaran Rp50 ribu," tambah Tanti.

Perempuan ini sempat meminta akun Kartu Prakerja yang dibuat A untuk dirinya, tapi tidak diberikan. "Banyak sekali warga yang memakai
jasa dia agar bisa lolos dan menerima dana dari program Kartu Prakerja, mulai dari gelombang I sampai IX."

Tince, perempuan lain, juga mengakui hal yang sama. "Saya tidak tahu cara mengakses program itu dan meminta bantuan A. Untuk itu, saya bayar dia Rp350 ribu, setelah dana dari program cair."

Tince mengaku hanya difoto dan disuruh pulang. "Pelatihan dari awal hingga akhir, dia yang ikut."

Saat dikonfirmasi, A mengaku menjual jasa. "Saya buka jasa. Saya tidak memaksa mereka datang."  (N-2)

BERITA TERKAIT