09 October 2020, 14:40 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Demo Mulai Terlihat Pekan Depan


Hilda Julaika | Humaniora

DAMPAK dari demonstrasi ke lonjakan kasus covid-19 diprediksi akan mulai terlihat pekan depan, karena terkait dengan masa inkubasi virus.

“Masa inkubasi itukan di 5-7 hari sama paling lama 14 hari. Maka mulai kelihatan ada lonjakan kasus mulai pekan depan hingga 3 pekan ke depan,” kata Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman saat dikonfirmasi mediaindonesia.com, Jumat (9/10).

Meski begitu, pihaknya menekankan ketika ada penambahan kasus bukan semata-mata disebabkan adanya demo penolakan atas UU Omnibus Law. Karena saat ini kondisi covid-19 di Indonesia dan Jakarta khususnya sudah sangat serius. Aksi Demo hanya menjadi pemicu kecil saja yang memperlihatkan kasus.

“Tapi perlu diingat tidak bisa jika satu pekan kemudian terjadi lonjakan kasus gara-gara demo. Ini tidak tepat, ini terjebak terlalu sederhana. Karena saat ini pandemi sudah dalam kondisi serius namun 3 T (testing, tracing, treatment) yang rendah sehingga tidak terlihat padahal memang sudah banyak,” tegasnya.

Baca juga : Pakar: Sebelum Demo Omnibus Law, Kasus Covid di RI Sudah Meroket

Kemudian, setelah mengetahui adanya potensi kasus ini, pemerintah harus menyiapkan fasilitas kesehatan di semua wilayah. Khususnya di wilayah yang menjadi lokasi demonstrasi. Pemerintah Daerah harus menyiapkan adanya peningkatan cakupan testing. Karena orang yang diduga sudah beraksi ini bisa menimbulkan penularan di jalan.

“Kemudian fasilitas kesehatannya, tenaga tracingnya dll. Ini haarus disiapkan sehingga jika terjadi lonjakan orang yang datang periksa maka sudah siap,” sarannya.

Ia pun menyarankan di situasi ini sudah harus menyiapkan testing berupa rapid test antigen yang dinilai lebih cepat, murah, dan efetif. Menurutnya dengan standar WHO maka akurasi bisa mencapai 90%.

“Diabdning PCR lama dan banyak lagi. Saya mengajurkan rapid test anti gen yang sudah direkomendasikan WHO. Itu akan mempercepat keputusan, apakah isolasi treatment atau karantina. Ini harus disiapkan dalam waktu dekat. Termasuk soal rujukannya yang jelas,” pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT