09 October 2020, 14:25 WIB

Jamu Lokal Belum menjadi Tuan di Negerinya Sendiri


Widjajadi | Humaniora

PEMERINTAH terus mendorong obat herbal atau jamu tradisional lebih bergairah dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan sekaligus mampu mengurangi ketergantungan impor yang membelenggu selama ini.

"Harus segera ada terobosan. Agar produksi kita tidak lagi tergantung impor. Saat kita sedang sibuk membuat obat covid-19, saya baru tahu kalau 90 persen bahan baku masih dari impor. Ini harus menjadi perhatian bersama, karena negeri kita sangat kaya bahan baku, " kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi saat berdialog dengan UMKM Sektor Jamu di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (9/10).

Pemerintah sangat berharap, BPOM mampu membantu dan mendorong industri obat herbal dan jamu tradisional di banyak daerah menjadi lebih berdaya, dan mampu memanfaatkan bahan baku rempah atau empon-empon nasional, untuk dibuat menjadi produk jamu berkualitas, yang dicari rakyat.

"BPOM sudah saya minta turun lapangan untuk membantu UMKM jamu terus tumbuh, perizinan lancar dan produksi jamu menjadi semakin berkualitas. Pemerintah pada saat sama juga sudah  membuat UU Cipta kerja, yang mampu memudahkan UMKM bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi," katanya.

Keberadaan industri jamu di Sukoharjo merupakan terbesar di Indonesia. Adanya badan penelitian obat herbal di Karanganyar, diyakini akan menunjang kemajuan produksi jamu dan juga obat herbal di tanah air. Juga mampu menunjang pertumbuhan industri yang sama di daerah daerah lain.

Dengan berbagai regulasi yang ada, jelas Muhadjir, termasuk UU Cipta Kerja, akan merangsang tumbuhnya UMKM baru, yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.

Saat ini dari angkatan kerja nasional yang mencapai 130 juta orang, 7 juta di antaranya masih menganggur. Padahal selama ini, keberadaan UMKM menguasai 86 persen pekerja di Indonesia, dan perusahaan besar hanya sekitar 14 persen.

Karena itu diharapkan pemerintah, tumbuhnya UMKM baru di berbagai sektor, termasuk jamu dan obat herbal, akan lebih mampu memberikan kesempatan kerja baru bagi 7 juta pengangguran yang ada. Bahkan sangat diinginkan juga bisa menyerap 3,5 juta angkatan kerja baru tahun berikutnya.

Selain berdialog, Menko PMK Muadjir juga menyerahkan sertifikat produksi kualitas dan juganizin edar bagi sejumlah UMKM Jamu di Sukoharjo, dengan disaksikan oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Kepala BPOM Penny K Lukito dan Rektor UNS Prof Dr Djamal Wiwoho. (OL-13)

Baca Juga: Kominfo Latih SDM di Bidang Digital

 

 

BERITA TERKAIT