09 October 2020, 13:40 WIB

Pengembangan Food Estate dengan Drone hingga Traktor Apung


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan adanya penggunaan teknologi canggih dalam mengembangkan lumbung pangan atau food estate. Salah satunya ialah teknologi nirawak atau dikenal drone. Hal itu ia sampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Desa Belanti Siam, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (8/10).

"Misalnya pemupukan, kita memakai drone. Kemudian untuk membajak sawah memakai traktor apung, ini traktor khusus. Ini kecepatan (yang diperlukan) karena yang akan kita kerjakan adalah sebuah hamparan yang sangat luas sehingga dibutuhkan alat-alat modern," ungkap Jokowi dalam keterangannya dikutip dari website Kementerian Pertanian, Jumat (9/10).

Jokowi menjelaskan beberapa teknologi yang digunakan secara luas di kawasan lumbung pangan Belanti Siam di antaranya adalah teknologi pengelolaan air, perbaikan kualitas air dan pemanfaatan air di lahan pasang surut, hortikultura baik sayuran dan buah-buahan, maupun budidaya ikan serta perkebunan.

Lahan yang ada di Belanti Siam, kata Jokowi, tidak hanya ditanami padi tapi juga dikombinasikan dengan jeruk, bawang merah, dan kelapa di sisi-sisi area sawah. Ditambah dengan budidaya ikan di setiap titik irigasi dengan air yang melimpah ruah di kawasan itu.

"Dengan cara-cara ini kita harapkan pendapatan petani akan naik. Tidak hanya dari padi, tetapi juga dari jeruk, bawang merah, kelapa, ikan, dan dari (ternak) itik," jelas Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Food Estate Usung Pertanian Berkelanjutan

Lumbung pangan baru di Kabupaten Pulang Pisau, pada tahun 2020, ditargetkan dapat dikembangkan seluas 10.000 hektare lahan. Sementara untuk yang berada di Kabupaten Kapuas, 20.000 hektare lahan disiapkan untuk pengembangan hingga akhir tahun.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan terdapat dua pengembangan food estate di Kalteng.

Pertama untuk tanaman padi berada di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (ha) yang merupakan lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) dengan leading sektor Kementerian Pertanian. Kedua untuk tanaman singkong seluas 60.000 hektare dengan leading sektor Kementerian Pertahanan.

“Untuk tanaman padi dimulai dengan perbaikan saluran irigasi dan perbaikan jalan-jalan masuk (aksesibilitas) menuju kawasan food estate, baik yang kondisinya sudah baik 32.000 hektare, maupun yang perlu rehab dan peningkatan seluas 133.000 hektare," ungkap Basuki.

Pihaknya menargetkan pada akhir tahun 2021, kawasan estate padi seluas 165.000 selesai dikerjakan fisik semua dan mulai tanam full pada 2021.

Pengembangan yang kedua, untuk perluasan kawasan Food Estate seluas 60.000 hektare yang akan ditanami singkong. Pada tahap pertama tahun 2020-2021 pemerintah akan mengembangkan lahan seluas 30.000 hektare. Lahan ini terdiri dari 12.000 hektare lahan di Kabupaten Gunung Mas dan 18.000 hektare lahan di Kabupaten Gunung Mas, Pulau Pisang dan Kapuas.(OL-5)

BERITA TERKAIT