09 October 2020, 12:35 WIB

Ternyata, Cukup Minum Tiap Hari Mencegah Penyakit Lho!


Atalya Puspa | Humaniora

Studi yang dilakukan oleh Laksmi, dkk pada tahun 2018 mendapatkan data bahwa 1 dari 5 anak-anak dan remaja serta 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia masih kurang cukup minum. Sekitar 21 - 28% penduduk Indonesia asupan air minumnya masih kurang dari kebutuhan.

Kondisi ini tentu saja perlu menjadi perhatian karena kekurangan 2% cairan saja (dehidrasi ringan) dapat memberikan efek jangka pendek seperti penurunan konsentrasi, fokus, dan daya ingat sesaat, bahkan bisa menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada orang dewasa dan anak.

Untuk itu, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membentuk Indonesian Hydration Working Group (IHWG).

Baca juga: IDI Minta Waspadai Lonjakan Pasien Covid-19 dari Klaster Demo

IHWG merupakan salah satu klaster riset di dalam lingkup FKUI yang memiliki kepedulian utama pada hidrasi dan kesehatan. Sejak awal berdiri, IHWG FKUI selalu mengedepankan visi sebagai klaster riset yang berkontribusi dalam pemutakhiran ilmu pengetahuan tentang hidrasi, serta membagikan pengetahuan terkait hidrasi dan kesehatan.

Ketua IHWG FKUI Diana Sunardi menuturkan, IHWG melakukan berbagai upaya dan inisiatif untuk terus meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat secara luas mengenai pentingnya menerapkan gaya hidup yang sehat, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan hidrasi.

"Konsumsi cairan kurang dari rekomendasi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal seperti penyakit batu ginjal, infeksi saluran kemih, serta peningkatan risiko penyakit tidak menular (PTM) di masa depan," kata Diana dalam keterangan resmi, Jumat (9/10).

Sayangnya informasi ini belum cukup baik diketahui oleh masyarakat. Sebagian besar masyarakat baru memahami bahwa manfaat air mineral hanya sekadar untuk menghilangkan rasa haus atau untuk rehidrasi.

Diana menambahkan, untuk itu IHWG berupaya menjalankan berbagai program penelitian dan diseminasi mengenai hidrasi sehat seperti penelitian terkait konsumsi cairan di populasi anak, remaja, ibu hamil dan menyusui dan jamaah haji.

"Berbagai bentuk edukasi tentang hidrasi rutin dilakukan kepada tenaga kesehatan, ahli gizi, masyarakat umum dan komunitas. Berbagai kegiatan yang juga dilakukan IHWG misalnya skrining status hidrasi dan konsultasi kesehatan pada momen peringatan Hari Ginjal Sedunia, OTARI atau olahraga tanpa dehidrasi, dan lain lain," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FKUI Ari Fahrial Syam mengapresiasi upaya IHWG yang terus aktif melaksanakan kegiatan edukasi hidrasi sehat di tengah kondisi pandemi.

“Diharapkan melalui kegiatan yang terselenggara, kesadaran masyarakat akan pentingnya hidrasi sehat semakin meningkat," ungkapnya.

Hidrasi sehat adalah minum air sesuai kebutuhan (berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik dan lingkungan) untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan menggantikan air yang hilang melalui urin dan keringat. Kebutuhan minum air pada orang dewasa adalah 8 gelas/ hari. Anak-anak usia 4-6 tahun membutuhkan air minum 6 gelas/hari, usia 7-12 tahun membutuhkan 7 gelas/hari, sedangkan di atas 12 tahun kebutuhannya sama seperti orang dewasa (AKG 2019). (H-3)

BERITA TERKAIT