09 October 2020, 05:45 WIB

Konsensus Kebangsaan untuk Atasi Pandemi


(Sru/X-8) | Nusantara

PEMAHAMAN dan pelaksanaan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat relevan untuk menghadapi situasi krisis seperti di masa pandemi covid-19 saat ini.

Hal itu dinyatakan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka secara virtual acara Temu Tokoh di Purbalingga, Jawa Tengah, kemarin.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan mampu menjadi pemersatu kita untuk menghadapi dampak pandemi covid-19 saat ini,” ujarnya.

Konsep jogo tonggo yang diterapkan di Provinsi Jateng, menurut Lestari yang akrab disapa Rerie itu, juga mengandung nilai-nilai gotong royong dan solidaritas yang merupakan jiwa dari nilai-nilai Pancasila. “Konsep saling menjaga tetangga di masa pandemi covid-19 yang diperkenalkan dengan nama jogo tonggo merupakan langkah yang perlu disebarluaskan dalam upaya pengendalian virus korona di Tanah Air.”

Rerie yakin bila dilakukan dengan tepat di banyak daerah, konsep jogo tonggo dapat mendorong percepatan pengendalian korona di Tanah Air. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas, menurut legislator Partai NasDem itu, sangat diperlukan di masa pandemi ini.

Dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19, tandas Rerie, sejumlah langkah teknis perlu dilakukan, seperti tindakan preventif, tes dan tracing, serta peningkatan fasilitas kesehatan.

Tiga langkah teknis itu perlu dilakukan secara bersama agar hasilnya maksimal. Upaya preventif dengan menjaga jarak, misalnya, harus dipahami dan dilaksanakan secara bersama.

“Jika tidak ada kebersamaan dalam bertindak, penyebaran virus korona sulit dihentikan,” jelas Rerie.

Secara terpisah, Ketua DPR Puan Maharani juga terus menyuarakan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan saat ini. Hal itu disampaikan
saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk memperingati hari jadi ke-130 IPU, kemarin.

“Dengan gotong royong global, kita akan memiliki energi besar untuk menghadapi pandemi covid-19. Sebelum covid-19, kita sebagai masyarakat dunia juga sudah menghadapi tantangan-tantangan lain, seperti perubahan iklim, menipisnya ketersediaan sumber daya alam dunia, perang dagang atau ekonomi, dan banyak lagi,” papar Puan. (Sru/X-8)

BERITA TERKAIT