09 October 2020, 05:55 WIB

Keluarga Berperan Sentral dalam Kampanye 3M


(Wan/H-1) | Nusantara

PENYEBARAN virus korona di keluarga (klaster keluarga) menjadi kekhawatiran baru di tengah pandemi covid-19.

Keluarga kini tercatat menjadi salah satu klaster yang cukup besar jumlah korban dan penyebarannya.

Tak mau terus berulang, kampanye 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dari Satuan Tugas Covid-19 menyasar keluarga untuk mempercepat tujuan pemerintah menekan angka kasus covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan.

“Keluarga diharapkan menjadi tonggak utama suksesnya perubahan perilaku pada masyarakat,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
Hasto Wardoyo dalam acara talkshow di kanal Youtube BNPB, kemarin.

Ia menjelaskan klaster keluarga terbangun atas anggota keluarga yang keluar rumah dan kontak dengan klaster di kantor, pasar, atau lainnya dan bertemu di keluarga.

“Inilah yang tidak bisa kita hindari, mau tidak mau, suka tidak suka, keluarga menjadi klaster terakhir setelah klaster lainnya yang sudah dilewati dan klaster keluarga yang strategis untuk dilakukan treatment intervensi,” lanjutnya.

Hal senada dikatakan Kepala Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dwi Listyawardani.

Dia menganjurkan perlu adanya kedisiplinan menerapkan 3M di lingkungan keluarga, mengingat klaster keluarga cepat untuk menularkan virus korona dari luar, ditambah adanya anggapan masyarakat bahwa penularan covid-19 sudah tidak ada.

Penerapan 3M ini juga dirasakan sangat penting oleh Made Rossalita Mirah Utami, seorang penyintas covid-19. Berbagai pengalaman saat dirinya dinyatakan reaktif pada hasil rapid
test, ia langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan 3M.

Menurutnya, hal itu sangat penting, apalagi saat itu dia memiliki bayi usia 1,5 tahun yang masuk pada usia rentan tertular. (Wan/H-1)

BERITA TERKAIT