09 October 2020, 06:00 WIB

108 Hotel di 9 Provinsi Siap Tampung Pasien OTG


PUTRI ANISA YULIANI | Nusantara

PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat hingga saat ini ada 108 hotel yang berminat untuk menjadi fasilitas isolasi terkendali bagi warga terpapar covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Hotel-hotel itu tersebar di sembilan provinsi yang menurut Satgas Penanganan Covid-19 Nasional disebut sebagai provinsi dengan tingkat kasus covid-19 tertinggi, di antaranya
DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

“Sekarang sudah ada 108 hotel dengan total 13.200 kamar yang tersedia untuk menjadi lokasi isolasi terkendali pasien covid-19 tanpa gejala di sembilan provinsi,” kata Ketua
PHRI DKI Jakarta Krisnadi, kemarin.

Krisnadi menyebut jumlah ini bisa saja bertambah, bergantung dari kebutuhan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional. Itu karena data data kebutuhan lokasi isolasi pasien covid-19 datang dari tim Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 13 provinsi. Ini semua bergantung kebutuhan satgas,” jelasnya. Sementara itu, di DKI Jakarta ada 19 hotel yang dijadikan lokasi isolasi terkendali. Tiga di antaranya menjadi hotel isolasi bagi pasien dan sembilan hotel digunakan bagi tenaga kesehatan yang memantau kesehatan para pasien OTG tersebut.

“Untuk pembiayaan nanti berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena yang melakukan pembayaran adalah mereka,” tegas Krisnadi.

Satgas Covid-19 mencatat jumlah pasien OTG yang berada di tiga hotel isolasi mandiri yang tersebar di DKI Jakarta sudah mencapai 319 pasien atau 45,18% dari total hunian
706 tempat tidur.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman covid-19.go.id, kemarin, hotel isolasi mandiri yang disiapkan pemerintah untuk warga yang tidak memiliki tempat untuk isolasi mandiri
masih tersedia 404 tempat tidur atau 57,22%.

Tampung 4.059 pasien

Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran dan Flat Isolasi Mandiri telah menampung sebanyak 4.059 pasien dari kapasitas 10.0161 tempat tidur.

Dengan begitu, angka keterisian di kompleks Wisma Atlet Kemayoran itu baru mencapai 39,95%. Hingga kemarin, tempat khusus yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat terpapar virus korona dengan gejala ringan, sedang, atau OTG, masih tersedia 6.102 tempat tidur (60,05%).

Dengan perincian Flat Isolasi Mandiri terisi 1.537 pasien (49,33%) dari total hunian 3.116 tempat tidur.

Sementara itu, dua tower yang disiapkan pemerintah untuk pasien OTG yang tidak memiliki fasilitas melakukan isolasi masih tersisa 1.579 tempat tidur (50,67%), rinciannya Tower 4 tersedia 1.240 tempat tidur (80,20%) dari kapasitas hunian 1.546 tempat tidur dan Tower 5 terisi 1.231 pasien (78,41%) dari kapasitas hunian 1.570 tempat tidur.

“Sedangkan untuk Tower 6 dan Tower 7 RS Darurat Covid-19 terisi 1.496 pasien (51,98%) dari kapasitas hunian 2.878 tempat tidur,” demikian keterangan yng dikutip dari laman
covid-19.go.id, kemarin.

Dua tower di RS Darurat Covid-19 ini masih tersedia 1.382 tempat tidur (48,02%). Adapun rinciannnya di Tower 6 tersedia 617 tempat tidur atau (47,46%) dari total 1.300 tempat
tidur dan di Tower 7 tersedia 765 tempat tidur (48,48%) dari total 1.578 tempat tidur.

Tower 8 Flat Isolasi Mandiri yang dikelola Kementerian Kesehatan terisi 331 pasien (21,38%). Tower yang dibuka akhir September 2020 ini masih tersedia 1.217 tempat tidur (78,62%).

Sementara itu, Tower 9 Karantina Mandiri terisi 695 pasien (26,54%) dari kapasitas hunian 2.619 pasien. (Hld/Wan/X-10)

BERITA TERKAIT