09 October 2020, 07:30 WIB

KLHK Gerakkan Padat Karya Tanam Mangrove


Supardji Rasban | Nusantara

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini sedang gencar melakukan padat karya penanaman mangrove dengan melibatkan masyarakat pesisir. Sekurangnya ada 24 ribu warga di seluruh Indonesia yang dilibatkan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut. Tujuannya, sebagai bagian dari upaya pemuihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
    
Padat karya penamanan mangrove oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, seperti yang dilakukan di pesisir pantai utara Laut Jawa (pantura) di sekitar obyek wisata (OW) Pulau Cemara di Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Kamis (8/10). 

Ada 64 warga yang dilibatkan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut. Mereka merupakan warga pesisir Pantura yang terdampak pandemi covid-19. Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hudoyo, menyampaikan prinsip utama padat karya penanaman mangrove itu untuk menolong masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
     
"Sambil kita membenahi lingkungan pantai yang kritis akibat abrasi dan tanaman mangrovenya rusak atau hilang," ujar Hudoyo.
     
Hudoyo menuturkan, padat karya penanaman mangrove dilakukan tidak hanya di Kabupaaten BrebeI tapi di seluruh Indonesia dengan target luasannya 15 ribu hektare.
     
"Di pesisir Obyek Wisata Pulau Cemara di Brebes ini mendapat 25 hektare yang setiap hektarnya ditanami 10 ribu bibit pohon mangrove," jelas Hudoyo yang ikut terjun menanam mangrove di obyek wisata  yang masih relatif baru dan dikelola masyarakat setempat.
     
Ketua Kelompok Tani Mangrove Wana Lestari Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari Brebes Munasir menyebut pihaknya bertanggung-jawab tidak hanya pada penanaman bibit mangrove-nya, tapi termasuk pemeliharaannya hingga tumbuh menjadi hutan mangrove.

"Kami akan mengawasi sekaligus mengawasi agar pohon mangrove tumbuh dan bisa menjadi hutan mangrove," ujar Munasir.
     
Munasir menjelaskan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut warga dibayar setiap harinya Rp100 ribu. 

"Yang ikut padat karya kebanyakan kaum ibu yang juga membuka warung di Pulau Cemara. Sekarang kan lagi sepi tidak banyak pengunjung," tutur Munasir.

baca juga: Jalur Ganda KA Tersambung ke Jombang
     
Kegiatan padat karya mangrove itu diharapkan dapat memperbaiki ekosistem mangrove, sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak pandemi Covid-19. (OL-3)

BERITA TERKAIT