09 October 2020, 06:00 WIB

65 Unit Pompa Apung untuk Cegah Banjir


Put/J-2 | Megapolitan

DINAS Sumber Daya Air DKI Jakarta melakukan pembelian 65 unit pompa apung. Tiap-tiap suku dinas sumber daya air di lima wilayah kota administrasi akan mendapat 13 unit pompa apung. Pembelian pompa-pompa apung ini menghabiskan dana yang bersumber dari APBD DKI Jakarta berjumlah Rp6,5 miliar atau dengan harga per unitnya Rp100 juta.

“Iya sudah diserahterimakan kemarin ke taip-tiap sudin. Satu sudin dapat 13 unit. Kapasitas pompanya bisa 50 liter/detik,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf saat dihubungi, kemarin.

Juaini menjelaskan pompa apung tersebut khusus digunakan untuk mengurangi genangan di jalan-jalan lingkungan maupun jalan raya serta lokasi permukiman warga yang sempit.

Selain itu, kelebihan pompa apung ialah berbobot lebih ringan dari pompa stasioner sehingga bisa digotong dua sampai empat warga. “Sehingga mudah untuk mencapai lokasi warga di permukiman yang padat penduduk. Kalau pompa mobile masih butuh mobil truk ukuran sedang. Kalau ini dengan mobil pikap atau digotong juga masih bisa. Tinggal nanti selangnya diulur, panjangnya bisa 100 meter,” katanya.

Juaini mengatakan pihaknya berencana membeli pompa ini di awal tahun dengan jumlah yang lebih banyak. Namun, rencana itu tertunda karena Jakarta terdampak wabah covid-19.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan menerbitkan Instruksi No 52 Tahun 2020 tentang Persiapan Pena- nganan dan Pengendalian Banjir atau Genangan Menghadapi Musim Hujan di Wilayah DKI Jakarta.

Melalui instruksi tersebut, Satriadi mengatakan pihaknya akan ikut terlibat siaga dan mengantisipasi banjir serta genangan selama musim hujan, termasuk mengerahkan petugas dan mobil pemadam kebakaran guna melakukan penyemprotan berdaya semprot tinggi ke saluran-saluran yang tersumbat. (Put/J-2)

BERITA TERKAIT