09 October 2020, 03:48 WIB

Demo UU Ciptaker Rawan Picu Klaster Baru


Ata/Ykb/LN/PO/YR/X-10 | Humaniora

AKSI unjuk rasa terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di sejumlah daearah dikhawatirkan memunculkan klaster baru penyebaran covid-19.

“Ini amat mengkhawatirkan terkait klaster baru pada demo ini. Saya kira risiko timbulnya klaster akan besar dan apalagi dikatakan bahwa beberapa pendemo dinyatakan positif covid-19,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban ketika dihubung tadi malam.

Zubairi mengungkapkan Indonesia harus belajar dari Amerika Serikat. Pasalnya, kasus covid-19 di negara tersebut langsung melonjak tajam setelah terjadinya aksi demonstrasi.

“Sekarang kita ada di urutan ke-22 kasus tertinggi di dunia. Kita bisa naik cepat dengan adanya demonstrasi ini. Harus diingat bahwa biaya rumah sakit untuk pasien covid-19 itu mahal,” ungkap Zubairi.

Untuk itu, demi kepentingan kesehatan masyarakat, Zubairi berharap ada pemantauan ketat terhadap para pendemo. Apabila terdapat kasus positif, harus segera dilakukan kontak tracing.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan ditemukan 27 pendemo yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test. Beberapa di antaranya segera dibawa ke RSD Wisma Atlet untuk menjalani isolasi mandiri. “Sementara ini sudah 22 orang dibawa ke Wisma Atlet,” ungkap Argo, kemarin.

“Sejak awal Polri telah berusaha untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran virus korona. Kapolri sudah menerbitkan surat telegram,” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko penularan covid-19, anggota Polri yang bertugas di lapangan melakukan beragam inisiatif. Seperti di Kupang, seusai mengamankan aksi demo di Kantor DPRD Nusa Tenggara Timur, ratusan anggota Polri langsung disemprot disinfektan.

Di Polda Nusa Tenggara Barat, petugas membagikan masker kepada peserta demo. (Ata/Ykb/LN/PO/YR/X-10)

BERITA TERKAIT