09 October 2020, 04:25 WIB

Jalur Ganda KA Tersambung ke Jombang


Ins/WJ/DW/AS/YK/N-3 | Nusantara

PILIHAN melakukan perjalanan dengan kereta api di Pulau Jawa semakin cepat dan nyaman. Mulai kemarin, pemerintah mengoperasikan jalur ganda kereta api lintas selatan.

Jalur ganda membentang antara Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, dan Jombang sepanjang 550 kilometer. Sebelumnya, jalur ganda juga sudah tersambung dari Jakarta hingga Cirebon.

Pengoperasian parsial jalur ganda lintas selatan Jawa dilakukan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun Balapan, Surakarta. “Kami masih menyisakan pekerjaan untuk 65 kilometer lagi antara Jombang, Mojokerto, dan Wonokromo. Targetnya sudah akan tuntas 1-2 tahun ke depan,” tambahnya.

Selesainya jalur ganda lintas selatan ini membuat kereta api semakin andal. Pasalnya, kota-kota dalam tiga aglo­merasi besar akan tersambung, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek); Yog­yakarta, Solo, Semarang (Jog­losemar), juga Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamo­ngan (Gerbangkertosusilo).

Keunikan jalur ganda ini, kata Menhub, karena dilengkapi dengan tiga terowongan, yakni Notog, Kebasen, dan Ijo.

“Selain sisi ekonomi, mobilitas warga, dan distribusi logistik, jalur ganda juga mendukung program pemerintah untuk mengembangkan Borobudur. Saya mendorong jalur kereta api ke Borobudur bisa selesai tepat waktu dan terintegrasi dengan jalur lintas selatan Jawa,” tambahnya.

Jalur ganda ini dibangun sejak 2013 dengan sumber dana dari Surat Berharga Syariah Negara. Jalur ini mampu meningkatkan perjalanan kereta api antarkota dari 172 kereta pada 2015 lalu menjadi 291 kereta pada 2019.

Di Musi Banyuasin, pemerintah kabupaten akan menyerahkan jalan milik mereka kepada pemerintah pusat. “Jalan alternatif di Desa Bailangu ini terus tergerus tanah longsor,” ujar Bupati Dodi Reza Alex. (Ins/WJ/DW/AS/YK/N-3)

BERITA TERKAIT