09 October 2020, 06:30 WIB

Medan Parijs van Sumatra


Micom | Humaniora

WARTAWAN Rosihan Anwar menyimpulkan gambaran tentang Medan dengan mengutip Prof W.E Boerman bahwa Medan sebuah kota cantik, dibangun luas, modern dengan banyak gedung indah. Di antara gedung-gedung terkemuka yang terdapat di Medan, diberi julukan Parijs van Sumatra (Paris-nya Sumatra) adalah Istana Sultan Deli.
 
Belandalah yang menjuluki kota Medan sebagai Parijs van Sumatra. Julukan Parijs van Sumatra menunjukkan bagaimana unsur-unsur modern yang kapitalistik bertemu nilai-nilai tradisional di kehidupan perkotaan Medan lalu menghasilkan perpaduan unik dua budaya.

Baca juga: Asal Muasal Nama Medan

Adinegoro dalam buku Melawat ke Barat yang ditulisnya pada 1926 menggambarkan kesejukan kota Medan yang disinggahinya. ‘Bapak Wartawan Indonesia’ itu menggambarkan di kiri kanan jalan-jalan di kota Medan ditumbuhi pohon-pohon kayu indah-indah. “Medan adalah sebuah negeri terbagus di pulau Sumatra. Barang siapa yang baru melepas pemandangannya di Singapura dan sesudah itu menempuh Kota Medan tentu saja datang kepadanya perasaan sejuk.”

Kebagusan gedung-gedungnya dan kesejukannya itulah yang sepertinya membuat kota Medan dijuluki Parijs van Sumatra serupa Bandung yang mendapat julukan Parijs van Java. “Seperti Bandung buat pulau Jawa, demikianlah kota Medan buat pulau Sumatra karena kebagusan maupun tentang kesejukannya,” tulis Adinegoro lagi.

Itu merupakan nukilan buku Medan: Pasang Surut Peradaban Kota Perkebunan, karya terbaru Ketua Dewan Redaksi Media Group Usman Kansong.

Saksikan pembahasannya pada program Dialektika dengan tajuk Peluncuran dan bedah buku Medan, Pasang Surut Peradaban Kota Perkebunan, pada hari ini (Jumat, 9/10) dari pukul 14.00-16.00 WIB.

Acara yang dipandu presenter Metro TV Yohana Margaretha itu menghadirkan Usman Kansong (penulis buku), Muryanto Amin (Dekan FISIP Universitas Sumatra Utara) dan Mohammad Abdul Gani (Dirut PTPN Holding dan penulis buku Jejak Planters di Tanah Deli)

Acara dapat diikuti melalui live streaming:
1. Youtube Media Indonesia,

2. Facebook Media Indonesia,

3. IG Media Indonesia,

4. Website Media Indonesia.

BERITA TERKAIT