09 October 2020, 10:00 WIB

Ini Alasan Mengapa Kemunculan Siklon Tropis Perlu Diwaspadai


Zubaedah Hanum | Humaniora

PERINGATAN dini cuaca ekstrem kembali dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pemicunya ialah kemunculan siklon tropis 91W di Teluk Thailand bagian Timur dan bibit siklon tropis 92W di Filipina bagian Utara.

Menurut BMKG, kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik yang harus diwaspadai dampaknya.

Sebenarnya, apa bahaya dari siklon tropis yang perlu diwaspadai? Dikutip dari laman resmi BMKG, siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km.

Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

BMKG menyatakan, Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun demikian keberadaan siklon tropis di sekitar Indonesia, terutama yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia Tenggara dan sekitar Australia akan mempengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia.

"Perubahan pola cuaca oleh adanya siklon tropis inilah yang kemudian menjadikan siklon tropis memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia," sebut BMKG.

Karena ukurannya yang sangat besar serta angin kencang dan gumpalan awan yang dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya.

Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk menenggalamkan kapal.

Siklon tropis juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan, bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing beterbangan yang mematikan.

Gelombang badai atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.

Dampak langsung keberadaan siklon tropis dialami Indonesia ketika terjadi peristiwa langka yaitu, tumbuhnya siklon tropis Kirrily di atas Kepulauan Kai, Laut Banda, pada 27 April 2009.

Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge di wilayah ini. Tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam, jalan raya rusak, dan gelombang tinggi terjadi dari 26 hingga 29 April. Curah hujan tercatat per 24 jam yang tercatat adalah di Tual adalah sebanyak 20 mm, 92 mm dan 193 mm terjadi 3 hari berturut-turut pada 27-29 April 2009.

Masa hidup
Untuk diketahui, masa hidup suatu siklon tropis rata-rata berkisar antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

Ada berbagai istilah siklon tropis yang dikenal masyarakat sesuai dengan lokasi terbentuknya. Jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, maka siklon tropis ini lebih sering disebut dengan badai tropis" atau "typhoon" atau "topan".
 
Siklon tropis yang terbentuk di sekitar India atau Australia disebut dengan 'siklon" atau "cyclone" dan jika terbentuk di Samudra Atlantik disebut dengan "hurricane".

Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan.

Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° - 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° , sedangkan di daerah lintang rendah (0° - 10°) siklon tropis jarang terbentuk.

Beda dengan tornado
Siklon, tornado, puting beliung dan water spout sama-sama merupakan pusaran atmosfer. Namun demikian, ukuran diameter tornado, puting beliung dan water spout sama-sama berkisar pada ratusan meter. Sedangkan ukuran diameter siklon dapat mencapai ratusak kilometer.

Tornado terjadi di atas daratan, sedangkan siklon tropis di atas lautan luas. Siklon tropis yang memasuki daratan akan melemah dan kemudian mati. Puting beliung merupakan sebutan lokal untuk tornado skala kecil yang terjadi di Indonesia, dan water spout merupakan tornado yang terjadi di atas perairan, (dapat berupa danau maupun laut). (H-2)

BERITA TERKAIT