08 October 2020, 23:58 WIB

Buruh Diingatkan tak Mudah Ditunggangi Parpol saat Berunjuk Rasa


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

WAKIL Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Arnod Sihite menyesalkan adanya aksi demonstrasi buruh yang mengarah kerusuhan massal sebagai bentuk protes terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja.

Ia pun mengingatkan para rekan-rekan buruh untuk menahan diri bahkan diingatkan untuk waspada terhadap kepentingan pihak dan politik tertentu yang memboncengi isu omnibus law, termasuk untuk kepentingan Pilkada.

"Kita sayangkan sekali di tengah kita masih berjibaku menghadapi pandemi malah kawan-kawan kami melakukan aksi massa di jalanan. Bukan saja kita khawatir akan penyebaran Covid-19 makin besar tetapi stabilitas bangsa juga jadi terganggu dan yang akan rugi adalah kita semua," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut dia, langkah baik dan bijak yang harusnya diambil adalah melalukan uji materi di Mahkamah Konstitusi. "Di sana tempatnya bukan di tempat umum apalagi situasi pandemi ini," sambung dia.

Baca juga : Pemerintah akan Bertindak Tegas terhadap Aksi Anarkis

Belum lagi, secara substansi ada misinformasi yang diperoleh oleh rekan-rekan buruh terkait UU tersebut yang sebenarnya perlu dipastikan kebenarannya.

"Banyak memang yang termakan Hoaks dan ini tidak boleh kita biarkan," tegasnya.

Ia meminta agar buruh jangan sampai dimanfaatkan oleh kepentingan partai tertentu untuk kepentingan politiknya termasuk untuk Pilkada yang akan datang.

"Sangat disayangkan jika ada partai yang menggerakan massa buruh untuk keuntungan politik. Maka kami minta agar rekan-rekan buruh waspada. Jika benar apa yang disampaikan oleh Pak Airlangga bahwa ada bandar aksi massa ini, maka sangat disayangkan, berhubung dalam waktu dekat kita akan menggelar Pilkada," pungkas Arnod. (OL-7)

BERITA TERKAIT