09 October 2020, 08:05 WIB

Ada Siklon Tropis, Waspadai Cuaca Ekstrem Sampai 10 Oktober


Zubaedah Hanum | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan Siaga bencana banjir di Provinsi Aceh, Bengkulu dan Sumatra Selatan pada Jumat (9/10) hingga Sabtu (10/10) mendatang, karena tingginya intensitas curah hujan. BMKG membeberkan penyebab yang memicu cuaca buruk di tiga provinsi itu dan sejumlah wilayah lainnya, termasuk pulau Jawa.

Disebutkan bahwa siklon tropis 91W terpantau di Teluk Thailand bagian Timur yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka.

"Sirkulasi Siklonik juga terpantau di perairan Barat Bengkulu yang membentuk daerah-daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Jawa bagian Barat hingga perairan Barat Bengkulu," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (8/10).

Selain itu, bibit siklon tropis 92W juga terpantau di Filipina bagian Utara yang membentuk konvergensi memanjang dari Kalimantan tengah hingga Laut Sulu. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan disekitar bibit siklon 91W dan 92W serta di sepanjang daerah konvergensi tersebut seiring dengan arah gerak kedua bibit siklon tropis ke arah Barat.

"Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di perairan utara Papua. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," pungkas Guswanto.

Dampak siklon

Dikutip dari laman BMKG, karena ukurannya yang sangat besar serta angin kencang dan gumpalan awan yang dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya.

Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk menenggalamkan kapal.

Siklon tropis juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan, bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing beterbangan yang mematikan.

Gelombang badai atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.

BMKG menyatakan, Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun demikia keberadaan siklon tropis di sekitar Indonesia, terutama yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia Tenggara dan sekitar Australia akan mempengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia.

Perubahan pola cuaca oleh adanya siklon tropis inilah yang kemudian menjadikan siklon tropis memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia. (H-2)

BERITA TERKAIT