09 October 2020, 02:30 WIB

Usia dan Komorbid Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19


MI | Humaniora

TEMUAN tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa usia tua, pneumonia, sesak napas, dan hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya kematian pada pasien covid-19. 

“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien covid-19 yang meninggal dunia ialah 58,2 tahun,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam dalam keterangan resmi, kemarin.

Risiko kematian meningkat mulai usia 50 tahun ke atas dengan perbedaan signifi kan jika dibandingkan dengan usia di bawahnya. Selain itu, dari 41,1% pasien covid-19 dengan pneumonia, sebanyak 81,6% pasien meninggal. 

Pada pasien itu juga dijumpai gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas. Ari menuturkan risiko kematian pasien covid-19 di usia tua meningkat akibat pengaruh dari kerja sistem imun tubuh yang menurun. 

“Mereka menjadi lebih rentan untuk mengalami kondisi serius dan respons pengobatan yang tidak maksimal,” ucapnya.

Pasien pneumonia dan sesak napas juga sangat mungkin mencapai luaran buruk karena peluang pasien-pasien ini untuk jatuh ke dalam kondisi acute respiratory distress syndrome (ARDS) meningkat. 

“Penelitian ini juga menyatakan bahwa hipertensi meningkatkan risiko kematian pasien covid-19 sebesar dua kali lipat,” ungkapnya.

Ari mengungkapkan, diharapkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan informasi, baik kepada masyarakat maupun klinisi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi risiko kematian pasien covid-19.

Terpisah, sebelumnya dokter paru RS Persahabatan Andika Chandra Putra mengatakan kondisi tubuh seseorang saat terpapar covid-19 sangat memengaruhi keluhan dan respons penyakit tersebut terhadap tubuh.

Bila daya tahan tubuh cukup baik, jika terpapar covid-19 gejala cenderung ringan bahkan tidak ada. “Jika daya tahan tubuhnya lemah atau telah berusia lanjut, atau juga memiliki penyakit komorbid, paparan covid-19 akan cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat,” kata Andika. (Ata/Ant/H-3)

 

BERITA TERKAIT