09 October 2020, 00:35 WIB

Pemimpin Oposisi Belarus Masuk Daftar Buron Rusia


MI | Internasional

PEMIMPIN Oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya telah masuk daftar buron Rusia. Kementerian Dalam Negeri Rusia mengatakan  perempuan berusia 38 tahun itu dicari atas tuduhan pidana.

Untuk diketahui, Tikhanovskaya berlindung di Lithuania menyusul klaimnya yang telah mengalahkan pemimpin lama Alexander Lukashenko dalam pemilihan pada Agustus.

Kantor berita negara Rusia RIA Novosti melaporkan Tikhanovskaya menghadapi dakwaan di Belarus karena menyerukan kepada publik untuk merusak keamanan negara, termasuk seruan untuk merebut kekuasaan.

Kantor berita Rusia mengutip sumber penegakan hukum yang mengatakan daftarnya muncul secara otomatis karena komitmen Moskow sebagai bagian dari negara persatuan dengan negara Belarus. Namun, Belarus belum mengumumkan Tikhanovskaya sebagai buron.

“Sejauh ini saya tidak memiliki informasi yang bisa saya sampaikan kepada Anda,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Belarus Olga Chemodanova kepada situs berita independen Tut.By.


Kantor kampanye

Tikhanovskaya pun mengatakan tidak mengetahui mengenai hal tersebut. “Kami tidak tahu tentang ini. Svetlana tidak menerima pesan apa pun, tetapi ini sebenarnya tidak begitu menarik (bagi kami),” katanya kepada kantor berita Rusia Interfax.

Tikhanovskaya baru-baru ini bertemu dengan para pemimpin Eropa termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Saat berbicara di Berlin, pada Rabu, dia mengatakan Putin tidak berhak untuk memutuskan nasib negaranya, tetapi dia akan menyambut baik keterlibatan Putin dalam menengahi krisis politik.

“Kami tidak ingin mengatakan Putin harus memutuskan bagaimana menyelesaikan masalah kami. Ini ialah masalah internal kami,” katanya kepada wartawan.

“Kami ingin mengundang dia menjadi mediator,” katanya. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pada Rabu, mengatakan pemimpin Rusia yang sangat mendukung Lukashenko, tidak berencana untuk bertemu dengannya.

“Tidak ada kontak yang direncanakan,” kata Peskov kepada wartawan. (Nur/France24/I-1)
 

BERITA TERKAIT