08 October 2020, 21:45 WIB

BNPB : Banjir di Sulawesi Tengah, Empat Rumah Warga Hanyut


Zubaedah Hanum | Humaniora

HUJAN dengan intensintas tinggi mengakibatkan debit aliran sungai Tolai meluap dan menyebabkan banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Empat rumah warga hanyut terseret arus.

"Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, sedikitnya lima KK atau 17 warga terdampak akibat bencana hidrometeorologi tersebut," kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (8/10).

Sementara jumlah pengungsi masih dalam pendataan oleh tim TRC di lokasi kejadian. Sedangkan jumlah kerugian materil tercatat empat unit rumah yang hanyut terseret karena derasnya air luapan sungai Tolan tersebut.

Sebelumnya, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya telah memberikan peringatan dini cuaca buruk pada Kamis (8/10), Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10). Adapun wilayah yang berpotensi terjadinya intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sulawesi Tengah antara lain kabupaten kota Palu, Sigi, Donggala, Parimo, Poso, Morowali Utara, Banggai, Buol, dan Tolitoli.

Melalui kajian InaRISK BNPB wilayah Kabupaten Parigi Moutong memang memiliki kajian bahaya sedang hingga tinggi untuk bencana banjir dengan luas bahaya 68 ribu hektare. Sedangkan melalui kajian risikonya, sebanyak 200 ribu jiwa yang tersebar di 22 kecamatan terpapar bencana banjir di wilayah administrasi Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Melalui kajian InaRISK dan peringatan dini dari BMKG tersebut, diharapkan agar masyarakat tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana seperti banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya yang bisa datang kapan saja.

Selain Sulawesi Tengah, banjir juga melanda 10 desa/kelurahan di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Kamis (8/10). Dari laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seluma diketahui bahwa banjir telah berdampak pada 82 KK/558 jiwa dan memaksa 225 jiwa lainnya mengungsi ke rumah kerabat. (H-2)

BERITA TERKAIT