08 October 2020, 20:15 WIB

Kemampuan Beradaptasi Dibutuhkan Dalam Kondisi saat Ini


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DI masa pandemi Covid-19 penting untuk bisa membangun resiliensi, sebab kondisi seperti masih berkepanjangan dan belum diketahui kapan akan berakhir. Kita dituntut siap menghadapi pelbagai kemungkinan dalam kondisi tersebut.

"Kita harus beradaptasi dan melampui ini semua, sampai bisa produktif bahkan setelahmenghadapi kesulitan-kesulitan ini akan menjadi orang yanglebih baik, itu secara idealnya," kata psikiater dan Ketum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta, dr. Nova Riyanti Yusuf, dalam program Nunggu Sunset bertajuk Merawat Emosi di Masa Pandemi, Kamis (8/10)

Baca Juga: Ridwan Kamil Surati Jokowi Menolak Omnibus Law

Kondisi pandemi dikaitkan kesehatan mental, kata Nova, Implikasi dalam konteks Covid-19 seperti gejala cemas dimana mengkhawatirkan sesuatu yang buruk akan terjadi, kondisi itu akan muncul menghantui setiap orang.

"Khawatir berlebihan, lah iya kan. Kita ngak tahu untuk 3 M atau sudah obsesif kompulsif disorder, kita ngak tahu. Mudah marah dan jengkel, sebenarnya marah wajar ya," sebutnya.

Dia memaparkan kondisi ganguan mental atau stres terjadi diantaranya merasa tidak ada harapan, merasa kesepian, merasa dirinya beban, dan keinginan menjadi sesuatu.

"Seharusnya orang tua itu memberikan ujian kepada anak tetapi dalam proses pembelajaran harus dibawa santai. Kenapa orang tua perlu memberi pujian kepada anak. Jika mereka menari like di media sosial sebenarnya adalah sebuah pujian yang sifatnya semu, justru itu harus dari realita dari orang tuanya," sebutnya.

Dia memaparkan bahwa stres pada anak juga bisa diketahui pada beberapa respon yang diberikan seperti melalui emosional, fisik, prilaku.

"Untuk mental emosional misalnya khawatir takut marah karena melihat perilakunya ngamuk, tantrum gitu juga bisa jadi lebih melekat juga bisa, atau perilakunya menjauh, ngompol. Seacara fisik ngeluh diare ngak nafsu makan, lelah, kalau mental ngak bisa konsentrasi dan pikiran kacau," terangnya

Dalam kondisi itu, Sebut Nova orangtua penting memberikan asupan aktivitas fisik bagi anak, yakni dosis fun dan aktivitas fisik untuk menaikan imun atau pertahanan tubuh, kedua olahraga bisa meningkatkan endorfin sehingga mood bagus, tegangan stress juga menurun.

"Di masa pandem ini agak berbeda memang, sekarang lebih baik dapat Psychological First Aid. Apa ya kalau orang dapat tolongan pertama pada kecelakaan ini. Ini pertolongan pada Psikologis," jelasnya.

Meskipun demikian, apabila seseorang membutuh dukungan atau bantuan psikologi sosial bisa memanfaatkan aplikasi yang mendukung untuk konsultasi tersebut.

"Kalau sementara butuh dukungan lewat online aja dulu itu pertama bisa menghindari stigma, nggak ada yang tahu kok, dia di situ ada rahasia tetap terjaga nggak boleh dibuka, aman. Jadi destisasi kesehatan jiwa di masa pandemi ini," pungkasnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

(OL-13)

BERITA TERKAIT