08 October 2020, 15:40 WIB

Percepat Pemulihan Pariwisata, Kemenparekraf Gandeng Swasta


Achmad Maulana | Ekonomi

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) menggandeng salah satu perusahaan  teknologi  penyedia  layanan perjalanan  berbasis digital Traveloka meluncurkan inovasi pariwisata pertama di Asia Tenggara yaitu Tur  Virtual  dari  Online  Xperience. Solusi  alternatif itu diyakini akan menghadirkan pengalaman seru, interaktif, dan penuh inspirasi di beragam destinasi wisata Tanah Air tanpa meninggalkan rumah.

Dalam menghadirkan layanan ini, Traveloka juga bekerja sama dengan PT Atourin Teknologi  Nusantara  (Atourin),  perusahaan  teknologi  yang  menyediakan  jasa offlinecdan onlinecdi  sektor pariwisata, termasuk pengembangan konten virtual tourdi Indonesia.

Baca juga: Kemenparekraf Susun Langkah Percepatan Pemulihan Pariwisata

“Saat ini, pemerintah  memprioritaskan  untuk  menegakkan  protokol  kesehatan,  salah  satunya  melalui  penerapan protokol kesehatan  di  destinasi  wisata  dengan  kampanye  InDOnesia  CARE.  Melalui  pemanfaatan teknologi,  kami  harap  konten  kreatif  dan  inovatif  seperti  Tur  Virtual  dapat  memberikan  alternatif  bagi masyarakat untuk tetap menjelajahi bumi nusantara kita yang indah ini, seraya membantu pemulihan industri pariwisata  yang  terdampak  oleh  pandemi," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama Kusubandio.

"Merupakan  sebuah  kebanggan  bagi  Indonesia  untuk  dapat menghadirkan inovasi perdana seperti ini di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama Traveloka dan Atourin ini perlu mendapatkan apresiasi dari semua pihak,” imbuhnya.

Kehadiran  Tur  Virtual  dari  Online Xperience  merupakan  perwujudan  komitmen  Traveloka  dalam  mendukung Kemenparekraf  untuk  mendorong  pemulihan  industri  pariwisata  Indonesia.  Dengan  pemanfaatan  teknologi, Traveloka berkontribusi positif kepada sektor pariwisata, di antaranya kepada para pramuwisata, untuk tetap berkarya dan produktif di tengah pandemi.

“Pandemi covid-19 telah  menghambat  sektor  pariwisata,  karena  masyarakat memang diharapkan untuk mengurangi mobilitas untuk membatasi penyebaran virus korona. Demi tetap membuka kesempatan untuk menjelajahi Indonesia, kami bersama Atourin menawarkan inovasi bagi yang ingin menjelajahi Indonesia dengan meluncurkan Tur Virtual dari Online Xperience. Traveloka berharap inovasi ini terus selaras dengan upaya Kemenparekraf dalam memulihkan industri pariwisata di Indonesia,” ujar Albert, Co-founder Traveloka.

Saat ini, Tur Virtual Online Xperience menawarkan 15 destinasi wisata dari 7 provinsi di Indonesia, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan  Papua. 15 destinasi wisata tersebut  akan  tersedia  di  aplikasi  Traveloka  secara  bertahap  sepanjang   2020.

“Tur  Virtual  Online  Xperience  menyediakan  wadah  bagi  pramuwisata  untuk  berbagi  informasi  inspiratif  dan edukatif terkait destinasi wisata di Indonesia. Melalui layanan ini, pengguna Traveloka dapat tetap menikmati perjalanan ke destinasi-destinasi wisata tanah air yang menawarkan keindahan menakjubkan bersama orang yang mereka cintai dari mana saja. Selama tur virtual, mereka dapat berinteraksi langsung dengan pramuwisata untuk  mendapatkan  informasi  dan  inspirasi  perjalanan  dari  destinasi  wisata  yang  ingin  dikunjungi,”  tambah Albert.

Dalam kampanye InDOnesia CARE, Kemenparekraf juga berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk Atourin dan  Himpunan  Pramuwisata  Indonesia  (HPI)  untuk  mengadakan  pelatihan  bagi  pramuwisata  terkait  konsep kegiatan tur virtual, sehingga pramuwisata dapat memahami cara memandu wisata secara digital.

Benarivo Triadi Putra, CEO Atourin, mengatakan konsep tur virtual semakin berkembang di tengah pandemi.  "Dengan  pemanfaatan  teknologi,  hal  ini  memungkinkan  lebih  banyak  pelaku  industri  pariwisata, seperti pramuwisata, untuk tetap produktif dengan memandu wisata secara virtual. Kami sangat mendukung Kemenparekraf  dan  Traveloka  dalam  pengembangan  konten-konten  kreatif  dari  tur  virtual  untuk  tujuan destinasi wisata di Indonesia.” (RO/A-1)

BERITA TERKAIT