08 October 2020, 19:27 WIB

IDI Khawatir Muncul Kluster Unjuk Rasa


Atalya Puspa | Humaniora

AKSI unjuk rasa terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dilakukan di berbagai daerah. Melihat hal tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merasa khawatir akan potensi timbulnya kluster baru covid-19.

"Ini amat mengkhawatirkan terkait kluster baru pada demo ini. Saya kira risiko timbulnya kluster akan besar dan apalagi dikatakan bahwa beberapa pendemo dinyatakan positif covid-19," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban kepada Media Indonesia, Kamis (8/10).

Zubairi mengungkapkan, Indonesia harus belajar dari Amerika Serikat. Pasalnya, kasus covid-19 di negara tersebut langsung melonjak tajam setelah terjadinya aksi demonstrasi.

"Sekarang kita ada di urutan ke-22 kasus tertinggi di dunia. Kita bisa naik ke atas cepat dengan adanya demonstrasi ini. Harus diingat bahwa biaya rumah sakit untuk pasien covid-19 itu mahal," ungkap Zubairi.

"Ini bisa membuat RS penuh lagi dan risiko penularan ke masyarakat besar sekali," imbuhnya. Untuk itu, demi kepentingan kesehatan masyarakat, Zubairi berharap ada pemantauan ketat terhadap para pendemo. Apabila terdapat kasus positif, harus segera dilakukan kontak tracing.

Selain itu, ke depan, pihaknya berharap agar tidak ada lagi aksi besar-besaran yang melibatkan banyak masyarakat berkumpul dalam satu tempat. Pasalnya, saat ini pengendalian covid-19 harus menjadi prioritas.

"Ini pembelajaran yang mahal. Saya mohon hal seperti ini tidak terjadi lagi. Dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus bisa menahan diri agar tidak menimbulkan kerusuhan seperti ini demi kepentingan kesehatan masyarakat," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT