08 October 2020, 19:07 WIB

Pengusaha di Cimahi Khawatirkan Munculnya Klaster Pabrik Covid-19


Depi Gunawan | Nusantara

KALANGAN pengusaha di Kota Cimahi, Jawa Barat khawatir aksi demo menolak Undang-undang Cipta Kerja berdampak terhadap aktivitas produksi. Lebih parahnya, mereka khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Seperti diketahui, sejumlah elemen buruh dari berbagai daerah termasuk Cimahi menggelar unjuk rasa sejak Selasa (6/10) lalu untuk menentang UU
Cipta Kerja. Aksi yang diikuti ribuan buruh itu dilakukan tanpa jaga jarak meski mereka sudah menggunakan masker.

"Kami menjadi resah kalau-kalau nanti mereka malah membawa virus ke area tempat kerja. Takut juga banyak kerumuman, enggak terlalu mementingkan jaga jarak," kata Sekretaris Apindo Kota Cimahi, Christina Simanjuntak, Kamis (8/10).

Dia mengatakan, para pengusaha belum membahas langkah yang akan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan industri. Akan tetapi, setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan masing-masing dalam mengawasi kesehatan para pekerjanya.

"Kebijakan masing-masing perusahaan beda. Ada yang mensyaratkan sebelum kerja, dilakukan rapid test dan sebagainya," ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengimbau buruh yang ikut aksi agar melakukan isolasi mandiri selama 10 hari hingga virusnya hilang. Namun, bagi yang merasakan gejala disarankan melakukan tes Covid-19.

"Kita imbau buruh istirahat dulu di rumah karena takutnya nanti membawa virus saat masuk kerja. Jika merasakan gejala Covid-19 sebaiknya segera mendatangi fasilitas kesehatan," terangnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT