08 October 2020, 17:43 WIB

Sentimen Asing Masih Negatif terkait Pergolakan Omnibus Law


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

EKONOM Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, investor asing masih khawatir terhadap pergolakan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

"Meskipun sentimen di pasar saham mengalami kenaikan 1.39% sepekan terakhir hingga berada di level 5.000 tapi yang menjadi catatan adalah setimen investor asing masih negatif," ujar Bhima kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).

Bhima juga menjelaskan, nett sells atau aksi jual asing tercatat Rp8 triliun sepekan terakhir. Angka tersebut, katanya, menunjukkan investor asing justru memandang negatif Omnibus Law.

"Investor asing melihat Omnibus Law tidak mampu mengembalikan ekonomi ke jalur yang positif dalam waktu singkat," kata Bhima.

Bahkan, lanjutnya, beberapa investor pun melihat ada kemunduran standard lingkungan hidup dan hak pekerja dalam omnibus law.

Selain itu, Bhima juga menerangkan, keluarnya dana asing akan berpengaruh pada stabilitas rupiah dan defisit transaksi berjalan dalam jangka menengah panjang.

"Saran kepada pemerintah sebaiknya menerbitkan Perppu untuk membatalkan Omnibus Law sebelum banyak pihak lakukan judicial review yang bisa memantik ketidakstabilan politik," pungkas Bhima. (OL-4)

BERITA TERKAIT