08 October 2020, 17:07 WIB

Kabupaten Sukabumi Matangkan Persiapan Belajar Tatap Muka


Benny Bastiandy | Nusantara

DINAS Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sedangan mempersiapkan rencana pembelajaran tatap muka di tengah pandemi covid-19. Butuh berbagai tahapan sebelum rencana itu direalisasikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, M Solihin, mengatakan saat ini sedang fokus memenuhi daftar periksa sebagai bagian persiapan pembelajaran tatap muka. Namun Disdik Kabupaten Sukabumi masih menunggu hasil pemeriksaan atau verifikasi terakhir dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

"Kami juga melaksanakan simulasi sebelum nanti masuk pada tahap pembelajaran tatap muka. Ada beberapa sekolah yang melaksanakan simulasi. Sekarang sudah masuk tahap verifikasi," kata Solihin, Kamis (8/10).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasid, menjelaskan sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan sejatinya harus disimulasikan terlebih dulu. Proses simulasinya berjalan selama 14 hari atau selama masa inkubasi. "Kita ambil sampel simulasi ini di sekolah-sekolah yang berada di zona hijau sebagai langkah awal," kata Harun.

Pelaksanaan uji coba atau simulasi itu secara teknis akan diawasi. Pengawasanya terdiri dari petugas kesehatan di tingkat desa, bidan desa, perawat, maupun dari pemerintahan desa setempat.

"Dalam simulasi ini, yang harus dipikirkan tidak menimbulkan efek dan risiko terhadap penularan. Tapi harus memberikan satu pembelajaran untuk menentukan langkah-langkah strategis saat dilaksanakan pembelajaran tatap muka," jelas Harun.

Di Kabupaten Sukabumi, kata Harun, dari 47 kecamatan, terdapat 13 kecamatan yang masuk zona hijau. Zona oranye sebanyak 9 kecamatan dan zona kuning sebanyak 25 kecamatan.

Pejabat Sementara Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhammad, mengatakan pada prinsipnya, sesuai regulasi kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan di zona hijau atau kuning. Namun, kata Gani, saat ini ada sedikit peningkatan jumlah terkonfirmasi positif, sehingga perlu kehati-hatian.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran perangkat daerah bagaimana bisa melandaikan dulu covid ini supaya di zona kuning sampai ke hijau bisa bertahan. Sebab, ini keputusan yang berisiko karena menyangkut keselamatan dan keamanan jiwa anak-anak sekolah. Jangan sampai ada klaster baru," terang Raden. (R-1)

BERITA TERKAIT