08 October 2020, 16:38 WIB

Mahasiswa Muhammadiyah Sumsel Tolak UU Cipta Kerja


Dwi Apriani | Nusantara

MASSA dari Aliansi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumsel menggelar aksi damai untuk menolak rancangan undang-undang Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR. Aksi tersebut digelar di Bundaran Air Mancur, di Jalan Faqih Jalaluddin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Kamis (8/10).

Ketua IMM Sumsel Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya menolak keras pembahasan undang-undang itu, karena dari awal perancangan sangat elitis dan terkesan tertutup dari publik secara luas. "Hal ini jelas bertentangan dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 dan semangat demokrasi. Kami juga menolak pembahasan undang-undang tersebut karena pemerintah dan DPR memanfaatkan situasi di tengah pandemi covid-19," ujarnya.
 
Pihaknya menolak seluruh pasal undang-undang itu karena dianggap sarat dengan kepentingan investor dengan mengorbankan rakyat secara luas. "Poin selanjutnya kami juga menolak seluruh pasal UU Cipta Kerja karena akan menimbulkan kemudaratan yang sangat luas dibandingkan kemaslahatan untuk rakyat Indonesia," katanya.

Terakhir, ia meminta kepada seluruh mahasiswa Muhammadiyah se-Sumsel untuk melakukan kajian tentang UU Cipta Kerja secara kritis mendalam sebagai bentuk pengawalan terhadap kebijakan pemerintah dan DPR.

Pihaknya berjanji akan mengawal undang-undang itu sampai Presiden Republik Indonesia mencabutnya. "Kami akan selalu menyuarakan hal-hal terkait UU Cipta Kerja di Sumatra Selatan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT