08 October 2020, 15:59 WIB

Polisi Wanita Dievakuasi Terkena Lemparan Demonstran


Yoseph Pencawan | Nusantara

SEORANG polisi wanita yang ikut bertugas mengamankan aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di DPRD Sumatra Utara, Kamis (8/10), terpaksa dievakuasi dari barisan ketika suasana sempat memanas. Sejumlah saksi mata di lapangan menyebutkan polwan tersebut terpaksa dievakuasi karena terkena lemparan benda oleh pengunjuk rasa.

Unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, itu sempat memanas ketika terdengar suara seperti letusan dari arah barikade polisi. Suara itu kemudian direspons dengan lemparan batu dan botol-botol minuman kemasan oleh para pengunjuk rasa.

Akibatnya, seorang polwan terkena lemparan dan harus dievakuasi dari barisan ke halaman Kantor DPRD Sumut. Syukurnya, suasana kembali kondusif setelah pihak kepolisian berkali-kali mengimbau massa agar menghentikan pelemparan dan melakukan orasi secara damai.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, secara keseluruhan pihaknya menerjunkan 7.000 personel untuk mengamankan unjuk rasa di provinsinya, hari ini. Sekitar 100 personel polwan ditugaskan mengamankan unjuk rasa di Kota Medan.

Mereka melaksanakan patroli keliling sejumlah ruas jalan yang menjadi titik lokasi aksi. Selain patroli, mereka juga membagikan masker sebagai upaya mencegah terjadinya klaster baru covid-19 dari aksi unjuk rasa.

Kabagdalops Roops Polda Sumut AKB Hilman Wijaya mengatakan, para polwan tersebut diterjunkan untuk memberikan suasana humanis dalam pengamanan unjuk rasa. Sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut menolak UU Cipta Kerja.

Ada yang bergerak melalui Jalan Guru Patimpus. Ada juga yang datang dari ruas lain seperti Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sudirman, dan Lapangan Merdeka Medan. (OL-14)

BERITA TERKAIT