08 October 2020, 13:50 WIB

Waspadai, Klaster Unjuk Rasa UU Ciptaker


Lina Herlina | Nusantara


UNJUK rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja terus berlangsung di Ibu Kota dan banyak daerah, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan. Peringatan pun disampaikan Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi selatan, Prof Ridwan Amiruddin, Kamis (8/10).

"Upaya mobilisasi massa dalam jumlah besar, dengan tidak taat protokol kesehatan membuka potensi kemunculan klaster baru," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini, Sulawesi Selatan memasuki peralihan dari zona merah ke zona oranye atau risiko sedang. Setelah keluar dari zona merah bukan berarti penanganan pengendalian covid-19 selesai.

"Justru capaian ini harus dijadikan motivasi agar Sulsel bisa secara bertahap beralih ke zona kuning hingga zona hijau," menurut Ridwan.

Percepatan penanganan Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah. Pelibatan
masyarakat untuk taat pada pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat
menjadi upaya efektif pencegahan Covid-19 saat ini.

"Setelah demo-demo ini, kami khawatir. Saya lihat, peserta demo sudah hampir tidak peduli akan kesehatannya. Ini a hungry man, easy to be angry man. Apalagi,  aksi dilakukan di beberapa titik di Kota Makassar yang menjadi episentrum penularan covid-19 di Sulsel," kata Ridwan
khawatir.

Dia tak menampik potensi kelompok penularan baru covid-19 sebagai dampak aksi demo yang tidak taat protokol kesehatan kemungkinan besar bisa menciptakan klaster aksi cipta kerja. "Sangat berpotensi adanya ledakan kasus covid-19 dari klaster cipta kerja," lanjutnya.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin
ini pun berharap, agar para demonstran bisa dengan bijak menyampaikan
aspirasinya di tengah pandemi covid-19 ini. "Tetap mempertimbangkan risiko diri dan orang lain secara luas.

"Untuk kawan-kawan yang sedang menyalurkan aspirasinya supaya tetap
menghitung resiko dirinya. Tetap disiplin protokol kesehatan, pakai
masker, jaga jarak, dan sebagainya. Jangan bawah pulang covid-19
ke rumah setelah demo," harap Ridwan. (N-2)

BERITA TERKAIT