08 October 2020, 14:35 WIB

Amnesty Internasional Desak Hentikan Kekerasan pada Pendemo


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

AMENSTY International Indonesia mendesak otoritas keamanan agar tidak menggunakan kekuatan berlebihan terhadap pengunjuk rasa yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja, pada Kamis (8/10).

Desakan tersebut lantaran adanya insiden kekerasan dan penangkapan terhadap ratusan pengunjuk rasa di berbagai kota selama 6-7 Oktober 2020.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan pihak berwenang Indonesia harus memastikan terwujudnya penghormatan penuh atas mulai meluasnya demonstrasi menyikapi pengesahan UU Omnibus Cipta Kerja.

“Demonstrasi adalah pelaksanaan hak asasi manusia atas kemerdekaan berekspresi dan berkumpul secara damai," terang Usman.

Baca juga : KPK Periksa Sekda Kota Banjar Terkait Kasus Infrastruktur

Menurutnya, pihak berwenang harus memperbolehkan setiap warga masyarakat, baik buruh, petani maupun mahasiswa dan pelajar Indonesia untuk bisa berdemonstrasi secara bebas dan damai.

"Aparat keamanan harus menahan diri untuk menggunakan kekuatan yang tidak perlu, berlebihan atau eksesif, apalagi jika sampai mengintimidasi demonstran,” ujar Usman.

Sebelumnya, polisi mengamankan sebanyak 200 orang yang hendak melakukan unjuk rasa di kawasan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).

Mereka hendak bergabung dalam massa yang menolak UU Cipta Kerja. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT