08 October 2020, 14:40 WIB

Di 2021, Kota Semarang Tidak Bisa Garap Proyek di atas Rp20 M


Akhmad Safuan | Nusantara

DAMPAK covid-19, Anggaran Pendapayan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang, Jawa Tengah menurun. Akibatnya proyek-proyek besar tidak bisa dilakukan pada 2021 mendatang.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (8/10) meskipun masa pandemi covid-19 masih berlangsung dan belum diketahui sampai kapan, namun beberapa pekerjaan pembangunan di Kota Semarang berskala kecil dan sedang masih tetap berjalan seperti pembangunan gorong-goring, drainase dan jalan kota dan perkampungan.

"Kita belum berfikir pada proyek besar di atas Rp20 miliar, karena kondisi covid-19 yamg berdampak pada APBD," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminudin, Kamis (8/10).

Pembangunan Kota Semarang pada 2021 mendatang, jelas Iswar Aminudin, tetap berfokus pada proyek kecil dan sedang. Sebab masih berfokus penanganan persoalan pandemi dan pemulihan covid-19, karena hingga saat ini belum dapat dipastikan pandemi korona sampai kapan batas waktunya.

Berdasarkan data yang ada, ungkap Iswar, pendapatan pada APBD 2020 Pemerintah Kota Semarang ditargetkan capai Rp5,2 triliun, tetapi akibat covid-19 ini diturunkan menjadi Rp4,2 triliun. "Sampai akhir tahun diprediksikan akan tercapai Rp4,7 triliun," imbuhnya.

Berdasarkan APBD tersebut dan mengacu kepada kondisi yang ada, menurut Iswar, sangat realitis jika tidak mengerjakan proyek besar. Untuk pekerjaan besar mengharapkan dari pemerintah pusat.

"Pemerintah Kota Semarang hanya menjadi pendamping proyek yang dilakukan oleh pemerintah pusat di wilayah Semarang seperti Harbour Toll Road Semarang - Demak," ujar Iswar Aminudin. (OL-13)

Baca Juga: Pemda Jangan Ragu Realokasi APBD

BERITA TERKAIT