08 October 2020, 14:20 WIB

Korban Keracunan Makanan di Tasikmalaya Jadi 114


Adi Kristiadi | Nusantara

KERACUNAN massal di Kampung Cilangge, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kembali bertambah mencapai 114 orang. Peristiwa ini terjadi setelah mereka menyantap nasi kuning dan snack dalam acara ulang tahun anak tetangganya pada Rabu (7/10) malam.

Korban keracunan terus berdatangan menuju Puskesmas Mangkubumi dan SDN Puspasari, Kota Tasikmalaya. Mereka mendapat perawatan secara darurat setelah merasakan pusing, mual, muntah, dan diare.

Namun, ada empat anak di bawah umur mengalami dehidrasi dan kejang-kejang harus dirujuk ke RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Titie Purwaningsari, mengatakan petugas sudah mengambil sampel makanan nasi kuning atau tumpeng dan snack berupa tahu, daging ayam, tempe, sambal, dan roti.

"Warga yang keracunan tersebut sekarang masih mendapatkan perawatan di ruangan darurat SDN Puspasari 17 orang, Puskesmas Mangkubumi 8 orang, dan yang telah dirujuk ke RSUD dr Soekardjo 4 orang karena mengalami dehidrasi dan kejang-kejang. Pasien lain sudah meninggalkan lokasi karena kondisi sudah membaik," katanya, Kamis (8/10).

Menurutnya, keracunan massal yang terjadi itu hal lumrah di masyarakat karena sering terjadi. Ia memperkirakan keracunan berasal dari santan yang sudah lama.

Namun, bisa juga makanan sudah terkontaminasi oleh bakteri hingga mengakibatkan para pasien merasakan mual, pusing, muntah, hingga diare. "Tapi semua itu tinggal menunggu hasil labolarorium yang sudah dikirim ke Bandung," ujarnya.

Keracunan massal itu menimpa anak-anak, remaja, dan orangtua. Camat Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Dahlan Arifin, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan 50 tempat tidur bagi pasien yang harus mendapatkan perawatan di ruang SDN Puspasari.

Itu dilakukannya setelah ruang Puskesmas Mangkubumi tidak bisa merawat pasien keracunan. Dinas Kesehatan menyiapkan cairan infus, termasuk obat-obatan, bagi warga yang pulang agar kondisi mereka semakin membaik. (OL-14)

BERITA TERKAIT