08 October 2020, 14:25 WIB

Akhirnya, Sulsel Keluar dari Zona Merah Covid-19


Lina Herlina | Nusantara

PROVINSI Sulawesi Selatan (Sulses), berhasil keluar dari zona merah kerawanan penularan virus korona alias Covid-19, setelah sebelumnya menjadi salah satu provinsi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Dari 10 provinsi di Indonesia yang menjadi perhatian pusat, disebutkan ada dua provinsi yang dilaporkan nihil zona merah pekan ini, yaitu Sulsel dan Jawa Timur. Menurut Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, indikatornya adalah angka kesembuhan di dua provinsi itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan kondisi ini sangat membanggakan bagi Sulsel. Berkat upaya seluruh stakeholder utamanya tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

"Satu hal yang membanggakan bagi kita bahwa Sulsel salah satu provinsi yang memiliki kasus tertinggi di luar Pulau Jawa. Tetapi hari ini oleh satgas pusat, telah mengumumkan bahwa Sulsel sudah keluar dari zona merah,"ujar Nurdin

Tapi, dia tetap menegaskan, capaian ini jangan membuat masyarakat menjadi lengah. "Kondisi ini bukan berarti laju penularan Covid-19 tidak ada lagi. Pedoman protokol kesehatan secara ketat tetap harus dilaksanakan," tegas Nurdin

"Ini bukan berarti kita sudah bebas. Tetapi kita harus lebih memperketat lagi protokol kesehatan. Karena terus terang saya ingin sampaikan kepada kita semua bahwa vaksin, kita belum tahu kapan vaksin ini kita lakukan," sambungnya.

Sampai vaksin diumumkan secara resmi oleh pemerintah, dia meminta warga tetap menjaga kesehatan masing-masing. Selain melaksanakan protokol kesehatan, menjaga imunitas menjadi langkah riil saat ini untuk melawan virus.

"Tetapi salah satu vaksin paling baik adalah kita menjaga imunitas kita. Menjaga imun kita dengan gizi yang baik, istirahat yang cukup, minum vitamin dan jangan stres. Cemas yang berlebihan tentu ini menjadi pintu masuk, bukan cuma korona saja, tapi semua virus," pinta Nurdin.

Pemprov Sulsel selama ini telah mengambil kebijakan strategis dalam penanggulangan Covid-19, yang selaras dengan upaya penanganan pemulihan ekonomi di Sulsel.

Maka, kata Nurdin, kebijakan pemulihan ekonomi harus seiring sejalan dengan upaya penanganan kesehatan pengendalian Covid-19. Selama masyarakat Sulsel tetap patuh pada pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan virus korona.

"Satu hal yang juga membanggakan bagi kita, bahwa dari seluruh provinsi, penggunaan listrik terus turun kecuali Sulsel. Sulsel itu tumbuh 4% penggunaan listrik kita selama pandemi. Artinya, pemerintah telah membuat sebuah kebijakan tidak hanya fokus menangani virus, tetapi ekonomi tetap jadi perhatian kita," urai dia.

Nurdin berharap, kebijakan pemulihan ekonomi yang tengah berjalan bisa membuat pertumbuhan ekonomi membaik. Bahkan tumbuh positif, setelah sempat terkontraksi atau minus di kuartal kedua. Selain memacu sektor pertanian sebagai penopang pertumbuhan ekonomi, mendorong pembangunan sektor infrastruktur pun menjadi skema pemulihan ekonomi.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya optimis bahwa perekonomian Sulawesi Selatan akan tumbuh secara positif, karena banyak indikator-indikator ekonomi yang mulai kita gerakkan," tutup Nurdin. (OL-13)

Baca Juga: Unjuk Rasa UU Ciptaker di DPR, Lalin Transjakarta Dialihkan

BERITA TERKAIT