08 October 2020, 13:17 WIB

Kilang Cilacap Naikkan Produksi Premium Jadi 91.000/Barel


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERTAMINA menyebut Kilang Residual Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap pada tahun ini menginjak 5 tahun beroperasi. Ada penambahan produksi premium dari kilang tersebut.

"Dengan beroperasinya RFCC, produksi premium dari Kilang Cilacap naik dari 61.000 barel per hari menjadi 91.000 barel per hari," ujar Unit Manager Communication Relations & CSR RU IV Cilacap, Hatim Ilwan, dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (8/10).

Hatim menerangkan, RFCC merupakan unit kilang yang memanfaatkan teknologi katalis untuk mengonversi minyak berat atau residu, baik atmosferik maupun vacuum residue oil, menjadi produk lebih bernilai.

“Dalam hal ini, utamanya gasoline dan beberapa produk lain seperti LPG dan propilen," ucapnya. Penambahan itu, ujar Hatim, mampu mendongkrak total kapasitas produksi RU IV sebesar 17,8% hingga mencapai level 348 ribu barel per hari.

Hatim menjelaskan, RFCC mengolah low sulphur waxy residue (LSWR) sebanyak 62.000 barel per hari dari crude distillation unit (CDU) II menjadi produk bernilai tinggi. Di antara produk ini yaitu high octane mogas component (HOMC) dengan kadar oktan lebih dari 93 dan peningkatan produk liquified petroleum gas (LPG) dan produk baru propilen.

Proyek bernilai investasi Rp11 triliun tersebut, kata Hatim, menempatkan posisi RU IV sebagai kilang paling strategis karena perannya menjadi penyuplai sepertiga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional dan 60% kebutuhan di Pulau Jawa.

Hatim juga menyebut, unit kilang RFCC mampu memproduksi HOMC sekitar 37.000 barel per hari, LPG 1.066 ton per hari, dan 430 ton per hari produk propylene.

“Dari produksi HOMC sebagian besar diproses lebih lanjut menjadi premium. Kelebihan HOMC dari kilang Cilacap bisa digunakan untuk memproduksi pertamax dan premium di kilang-kilang lain,” pungkas Hatim. (OL-14)

BERITA TERKAIT