08 October 2020, 12:45 WIB

Harga Kacang Terjun Bebas Terimbas Pandemi


mediaindonesia.com | Nusantara

Petani kacang tanah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengeluhkan harga kacang tanah yang terjun bebas sejak pandemik korona. Turunnya harga bahkan mencapai angka yang tidak masuk akal, yakni Rp23 ribu per kilogram (kg).

Umi, 62, salah seorang petani di Desa Lungge, Temanggung mengatakan, sebelum pandemi ia mampu menjual kacang tanah hasil panennya dengan harga Rp30 ribu per kg. Pada panen sekarang saat sudah dalam masa pandemik korona, kacang tanahnya hanya laku di kisaran harga Rp7.000 per kg.

"Biasanya hasil panen kacang disetorkan pada pengepul yang tinggal tak jauh dari rumah. Katanya memang harga kacang tanah sedang jatuh, mungkin terpengaruh pandemik korona,"ujar Umi, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Temanggung Akan Kucurkan Bantuan Rp4,9 Miliar Untuk 6000 UMKM

Umi menanam kacang tanah di lahannya yang berada di tepi Kali Progo berbatasan dengan Kecamatan Kranggan seluas 0,5 hektare. Dari luasan tersebut, hasil panen kacangnya mencapai kurang dari satu ton. Selain kacang tanah, di bagian tepi lahan ia tanami sedikit tanaman terung. Namun demikian, harga komoditas terung di tingkatan petani pun jauh lebih menyedihkan, yakni di kisaran Rp2.000-Rp3.000 per kg.

Ratmi, 50, petani di Kecamatan Kranggan juga menanam kacang tanah pada lahannya seluas 0,5 hektare. Pada panen kali ini ia menjualnya dengan harga Rp8.000 per kg. Kendati lebih tinggi Rp1.000 dibanding harga yang didapat petani lain. Namun harga ini cenderung jatuh jika dibanding masa sebelum pandemi.

"Sebelum pandemi korona komoditas kacang tanah bisa terjual dengan harga Rp30 ribu per kg di tingkat petani. Sekarang hanya laki kisaran Rp7.000-Rp8.000 per kg," katanya. (Tosiani/TS/OL-10)

BERITA TERKAIT