08 October 2020, 11:34 WIB

Anies Tugaskan Pokja Bunda PAUD Kaji Kebutuhan Infrastruktur & SDM


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD periode 2020-2022 Provinsi DKI Jakarta secara daring, Kamis (8/10).

Bunda PAUD merupakan predikat yang diberikan kepada istri kepala pemerintah dan kepala daerah atau disandang langsung oleh kepala pemerintahan dan kepala daerah perempuan yang merupakan penggerak utama dalam pembinaan layanan pendidikan bagi anak usia dini (0-6 tahun).

Dalam kesempatan tersebut, Anies mengingatkan kembali komitmen Indonesia untuk melakukan perluasan akses pendidikan, salah satunya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dinilai bisa mengembangkan karakter anak sebelum masuk ke Taman Kanak-Kanak atau Sekolah Dasar.

“Berada di lingkungan PAUD kita semua tahu pentingnya pendidikan PAUD. Komitmen itu ditandatangani pada 2015 di World Education Forum di Korsel. Disana kita sampaikan komitmen di tahun 2030, setiap anak di Indonesia mendapatkan pendidikan minimal satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar. Komitmen ini harus kita laksanakan,” kata Anies.

Menurut Anies, pihaknya akan secara serius mengembangkan PAUD di Ibu Kota. Hal ini ditunjang dengan kesiapan Jakarta dalam memenuhi komitmen untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi tumbuh kembang PAUD.

“Jakarta paling siap secara infrastuktur (hard dan soft) karena itu kita harus secara serius mengembangkannya. Pertama, eksplisitkan komitmen bahwa setiap anak di Jakarta harus mendapat pendidikan usia dini, artinya terjemahkan itu di setiap kota hingga RT-RW. Program kegiatan nanti Dinas Pendidikan harus berikan porsi yang cukup,” tuturnya.

Baca juga:  BSNP Siapkan Standar Nasional PJJ dan PAUD

Anies turut berpesan agar terus dilakukan kolaborasi untuk percepatan program perluasan akses PAUD.

“Kurangnya apa lakukan terobosan, siapkan rencana dan dukungan. Berikutnya gandeng semua pihak karena kekuatan organisasi ini dari masyarakat. Saya bisa pastikan Insya Allah hampir semua orang bersedia memikirkan PAUD. Kita harus mampu ajak semua pihak kerja sama,” lanjutnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengamanatkan kepada Pokja Bunda PAUD yang baru saja dikukuhkan untuk melakukan review wilayah mana saja yang membutuhkan akses PAUD. 

“Ke depan kita perlu pastikan akses pendidikan anak usia dini ada di mana-mana. Saya berharap para Bunda PAUD lakukan review wilayah mana saja yg kekurangan. Kekurangan ini jadi target operasi untuk operasi pengadaan PAUD di tempat itu,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT