08 October 2020, 10:49 WIB

Kasus Korona di Tasikmalaya Bertambah Dari Ponpes


Kristiadi | Nusantara

KASUS terkonfirmasi positif di pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya kembali bertambah menjadi 98 orang berdasarkan swab massal dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan jumlah pasien terkonfirmasi covid-19 sekarang ini terjadi peningkatan. 

"Kasus positif Covid-19 awalnya muncul di Kecamatan Sodonghilir, Jamanis, Sukaresik, dan Singaparna," kata Atang, Kamis (8/10).

"Untuk mengantisipasi penyebaran dan memutus mata rantai, Dinas kesehatan dan pengendalian penduduk langsung melakukan pertemuan dan rapat koordinasi terpadu lintas sektor tentang pencegahan penanggulangan penyakit. Karena, penyebaran virus korona ini sangat cepat dan masyarakat juga harus tetap selalu memakai masker, jaga jarak, tidak lagi berkerumun dan selalu cuci tangan," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Cipasung, Hariyadi Ahmad Satari menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil swab test dari klaster ponpes. Saat ini sudah dilakukan swab test untuk 200 orang, rinciannya 140 santri dan 60 orang pengurus pesantren dan anggota keluarga santri. Mereka kini menjalani isolasi mandiri selama 14  hari.

baca juga: Pasien Covid-19 di Jepara Nekat Piknik Ke Bali Bersama 

"Untuk santri yang menjalani isolasi mandiri ditempatkan terpisah dengan santri sehat. Mereka tinggal di gedung berbeda di Pesantren Cipasung. Supaya tidak meluas  dan santri dilakrang keluar atau kontrak erat dengan lingkungan pesantren selama mereka menjalani isolasi mandiri," kata Hariyadi.

Ia berharap gugus tugas covid-19 bisa melakukan swab test kepada 1.000 orang di Pesantren Cipasung agar bisa menuntaskan kasus penyebaran covid-19. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT