08 October 2020, 07:38 WIB

KPH Surakarta Giatkan Agro Forestry Untuk Ketahanan Pangan


Widjajadi | Nusantara

KESATUAN Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta tetap bergerak kencang dalam situasi pandemi covid-19, khususnya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat hutan di bidang agro forestry untuk kepentingan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Ketika banyak perusahaan terpuruk karena terdampak wabah covid-19, banyak pekerja dirumahkan atau di PHK, Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Surakarta justru masih berdaya menguatkan ekonomi petani LMDH di bidang agro forestry," kata Administratur KPH Surakarta, Sugi Purwanta kepada mediaindonesia.com di kantornya, Rabu sore (7/10).

Dia paparkan, dalam kemitraan mengelola agro forestry itu, KPH Surakarta menerapkan pola bagi hasil untuk tanaman semusim seperti padi, jagung, kedelai, tebu, kopi dan jenis tanaman pangan lainnya. 

"Seberapa besar keberhasilannya, terus dipantau, baik oleh kantor Perhutani Divre Jateng dan juga pusat," kata Sugi.

Begitu halnya, kemitraan di bidang agrowisata juga berjalan baik, yang dilegalisasi lewat naskah kesepakatan kerjasama (NKK). Di bidang agrowisata ini, investor juga memiliki kewajiban untuk melestarikan hutan, lewat penanaman pohon. Sugi memamparkan Perhutani KPH Surakarta mengelola hutan seluas lebih dari 30 ribu hektar yang terbentang di lima kabupaten, yakni kabupaten Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten dan Wonogiri.

Selain pengelolaan kelestarian hutan, Perhutani KPH Surakarta juga terus mengupayakan penyelamatan hutan dari kerusakan dan perusakan, dengan menggandeng Polri, untuk upaya penegakan hukumnya. Belum lama ini, dalam upaya percepatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mendapatkan perhatian dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya ketika memaparkan perlunya kantong air di kawasan hutan.

Perum Perhutani mengapresiasi gagasan Kapolres Karanganyar ini, dengan meneken kerja sama untuk penanggulangan karhutla di kawasan hutan Lawu, yang berlanjut mewujudkan pembangunan kantong air di atas telaga Madirda, sebagai bentuk percontohan. 

baca juga: Dinas Kesehatan Tangani Klaster Pesantren

"Kebakaran hutan di Jawa memang tidak seberapa besar jika dibandingkan dengan kasus kebakaran hutan di Kalimantan maupun Sumatra, yang sudah memunculkan isu lingkungan sangat sensitif, karena menjadi pengekspor asap hingga ke luar negeri. Tapi apa pun, meski kasus karhutla di Jawa tidak seberapa, tetap harus ada penanggulangan secara efektif, dan  menjadi komitmen kami," katanya.

Selain itu, KPH Surakarta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hutan menjalin kerja sama dengan banyak pihak seperti TNI, Kejaksaan dan elemen masyarakar lain, untuk kegiatan reboisasi. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT