08 October 2020, 06:58 WIB

Emir Baru Kuwait Tunjuk Sheikh Meshaal Sebagai Putra Mahkota


Faustinus Nua | Internasional

PENGUASA baru Kuwait, Emir Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah pada Rabu (7/10) menunjuk Sheikh Meshaal al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, sebagai putra mahkota negara Teluk. Pemilihan Sheikh Meshaal harus disetujui oleh parlemen negara Teluk Arab, diberkati oleh keluarga Al-Sabah, menurut kantor berita negara KUNA mengutip pernyataan dari kantor emir.

Sebelumnya, dua anggota keluarga penguasa Kuwait memposting pesan di Twitter yang berjanji setia kepada Sheikh Meshaal sebagai putra mahkota. Sheikh Nawaf mengambil alih kekuasaan setelah kematian saudaranya Sheikh Sabah al-Ahmad pekan lalu. Para diplomat dan analis mengatakan bahwa gaya dan usianya, Sheikh Nawaf, 83 dapat mendelegasikan sebagian besar tanggung jawab kepada ahli warisnya yang harus bertindak cepat untuk menangani masalah-masalah domestik.

Lahir tahun 1940, Sheikh Meshaal adalah adik dari almarhum emir yang meninggal Selasa lalu. Dia telah menjadi wakil kepala Garda Nasional sejak 2004. Dia sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas keamanan dan di kementerian dalam negeri. Berbicara kepada Al Jazeera sebelum pengumuman tersebut, Dania Thafer, direktur dari Forum Internasional Teluk, mengatakan bahwa tidak seperti kandidat lain yang diduga untuk peran tersebut, Sheikh Meshaal tidak memiliki dugaan skandal dan kontroversi yang terkait dengannya.

baca juga: Armenia-Azerbaijan Bentrok, 50 Persen Penduduk Karabakh Mengungsi

"Dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Emir Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah, dan dipandang memiliki hubungan baik dengan tetangga seperti Arab Saudi dan UEA," kata Thafer.

"Dia juga orang yang menemani almarhum emir ke AS untuk perawatan medis," tambahnya.

Ketua parlemen negara itu mengatakan jika emir mengumumkan putra mahkota pada Rabu, maka anggota parlemen akan memberikan suara pada pilihannya pada Kamis, hari terakhir masa jabatan parlemen.(AlJazeera/OL-3)
 

BERITA TERKAIT