08 October 2020, 05:25 WIB

Dinas Kesehatan Tangani Klaster Pesantren


(AD/AS/X-11) | Nusantara

SEBANYAK 110 orang dari lingkungan pondok pesantren di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19. Dinas Kesehatan juga telah mencatat satu pasien baru dari pesantren lain di Kecamatan Kawalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan pasien positif yang memiliki gejala sedang hingga berat diisolasi di rumah sakit, sedangkan pasien dengan gejala ringan diisolasi di Rumah Susun Sewa Universitas Negeri Siliwangi. Pasien tanpa gejala tetap akan diisolasi di lingkungan pesantren lantaran kurangnya tempat isolasi.

"Aturan ini akan berlaku ke pesantren lain jika ditemukan kasus positif karena keterbatasan ruang isolasi. Pasien yang diisolasi di pesantren juga harus dipastikan kondisinya baik, tidak ada keluhan, dan tak punya riwayat penyakit bawaan," kata Uus, kemarin.

Jika telah dipastikan sehat dan negatif covid-19, santri akan secepatnya dipulangkan ke rumah masing-masing. "Jadi, mereka yang sehat kita izinkan pulang setelah melalui proses pemeriksaan," ujarnya.

Ia mengatakan seluruh kegiatan di pesantren yang menjadi klaster atau yang terdapat kasus positif akan dihentikan sementara. Sebaliknya, pesantren lainnya diminta lebih ketat menerapkan protokol kesehatan.

 

Kasus di Semarang

Di sebuah pesantren di Semarang, Jawa Tengah, Dinas Kesehatan dan Tim Satgas Penanganan Covid-19 masih melacak orang-orang yang sempat kontak dengan warga pesantren yang diketahui positif korona. Dengan munculnya klaster baru pondok pesantren itu, angka covid-19 di Kota Semarang kembali meningkat menjadi 543 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan, berdasarkan hasil pelacakan, telah ditemukan 19 orang dalam beberapa keluarga di pesantren yang positif covid-19 dan kini masih menjalani isolasi dan perawatan. (AD/AS/X-11)

BERITA TERKAIT