08 October 2020, 04:17 WIB

Antisipasi Klaster akibat Banjir


Ata/X-11 | Humaniora

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan setiap pemerintah daerah untuk mengantisipasi timbulnya klaster baru akibat bencana.

Setiap akhir hingga awal tahun, Indonesia memang kerap dilanda cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana banjir.

“Iklim tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan virus covid-19 di Indonesia. Namun, kita harus mewaspadai jangan sampai terjadi bencana banjir. Ketika orang mengungsi, ini berpotensi memunculkan klaster pengungsian,” kata Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Dewi mengungkapkan pemerintah daerah harus bersiap dan mencari inovasi baru terkait model pengungsian yang aman digunakan untuk masyarakat di tengah pandemi covid-19.

“Pemerintah daerah harus menyiapkan dan membuat inovasi baru tempat pengungsian yang tidak seperti biasanya,” ungkap Dewi.

Sejumlah hal penting yang harus diperhatikan ialah jarak tempat tidur antarpengungsi, sanitasi, tempat makan, dapur, dan kamar mandi.

“Biar bagaimanapun, untuk memutus rantai penularan, protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap dijalankan,” tandasnya.

Pasien sembuh

Berdasarkan data harian kasus covid-19 dari Kementerian Kesehatan, kemarin terdapat penambahan kasus konfirmasi positif covid-19 sebanyak 4.538 sehingga total kasus positif menjadi 315.714. Kasus sembuh bertambah 3.854 sehingga total menjadi 240.291. Selanjutnya, kasus meninggal bertambah 98 sehingga total menjadi 11.472 orang.

Selain itu, spesimen yang diperiksa bertambah 44.212 sehingga total menjadi 3.595.719. Pun suspek yang tengah diawasi berjumlah 142.213 orang dari 498 kabupaten/kota di 34 provinsi. (Ata/X-11)

BERITA TERKAIT