08 October 2020, 00:58 WIB

Menhub Lelang Barang Pribadi Untuk Gerakan Sejuta Masker


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi melelang sejumlah barang pribadinya dalam momen peluncurkan buku foto "Membangun Transportasi Merajut Negeri". Dari lelang barang pribadi Budi itu terkumpul dana sebesar Rp5 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk Gerakan Sejuta Masker agar memutus rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

"Semoga kita semua sehat-selalu, patuhi terus protokol sesehatan, lebih optimistis dan bersama-sama dalam mengatasi persoalan yang ada," ujar Budi.

Sejumlah barang pribadi Budi yang dilelang antara lain topi, kaus, kemeja, jaket, hingga gitar kesayangannya. Tak lupa barang yang dilelang itu pun dibubuhi tanda tangan Budi. Salah satu barang yang dilelang ialah kaus bertuliskan ”Karena transportasi itu seperti nadi, jadi harus dipastikan tidak boleh ada yang terhenti”. 

Budi menegaskan, benteng pertama mencegah penyebaran korona adalah memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir. 

"Aktivitas olahraga juga menjadi benteng yang bagus untuk melawan serangan virus corona ke dalam tubuh," imbuhnya.

Olahraga, dilanjutkannya, memang banyak sekali manfaatnya. Salah satunya adalah meningkatkan imunitas tubuh.

Di saat pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, olahraga sebaiknya rutin dilakukan. Apalagi, berolahraga bisa meningkatkan imunitas tubuh. 

Baca juga : PMI Serah Terima Donasi Tahap Kedua Gerakan Sejuta Masker

Masih dijelaskannya, olahraga itu memiliki intensitas, durasi, dan frekuensi. Intensitas bisa dilakukan secara sedang atau ringan untuk meningkatkan imunitas dengan durasi minimal tiga pulih menit per hari.

"Baju saya yang terjual juga bisa digunakan untuk berolahraga. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak," imbuhnya.

Sementara itu, buku Membangun Transportasi Merajut Negeri merupakan buku foto yang isinya dikuratori Jay Subiyakto dan Oscar Motuloh. Buku itu merekam perjalanan transportasi Indonesia hingga kini.

Budi menegaskan, berkeadilan dan berkelanjutan menjadi dua aspek penting yang menjadi dasar dari pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan pemerintah. 

“Kita lihat sepuluh tahun kebelakang banyak sekali yang telah berubah, yaitu pembangunan Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, pembangunan wilayah barat menjadi pembangunan wilayah tengah dan timur Indonesia, transportasi berbasis darat menjadi berbasis laut dan lain sebagainya,” sambung Budi..

Makna berkeadilan, yaitu pembangunan infrastruktur transportasi harus dilakukan guna kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang ada di seluruh wilayah Indonesia tanpa kecuali. Ia menambahkan, infrastruktur diperlukan untuk membuka aksesibilitas suatu daerah menjadi lebih mudah dijangkau, sehingga dapat mengurangi disparitas harga-harga barang/logistik, meningkatkan produktivitas daerah dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Maka dari itu kita bangun infrastruktur melalui program Tol Laut, Tol Udara, Kapal Perintis, bandar udara keperintisan dan Pembangunan Infrastruktur Baru baik di Barat maupun Timur Indonesia," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT