08 October 2020, 03:10 WIB

Perusahaan Ini Kembangkan Lampu Desinfeksi untuk Lumpuhkan Virus


Bagus Pradana | Weekend

Lampu desinfeksi UV-C yang diklaim dapat menonaktifkan virus-virus berbahaya bagi tubuh manusia, termasuk virus SARS-COV 2, berhasil dikembangkan oleh produsen lampu Signify, yang juga merupakan jenama baru milik raksasa teknologi Belanda, Philips.

Serangkaian uji laboratorium pun telah dilaksanakan dengan menggandeng Laboratrium Nasional untuk Penyakit Infeksi Emerging (NEIDL) di Universitas Boston, Amerika, untuk memvalidasi efektivitas lampu UV-C tersebut dalam menonaktifkan beragam virus.

Dr. Anthony Griffiths, profesor mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Universitas Boston yang turut terlibat dalam pengembangan lampu UV-C ini mengungkapkan bahwa ia bersama timnya telah melakukan serangkaian uji coba material yang diinokulasi dengan radiasi UV-C dalam dosis berbeda, untuk dinilai kapasitas inaktivasinya. Para peneliti berhasil mencapai pengurangan virus, khususnya SAR-COV 2, sebesar 99 persen saat menerapkan dosis radiasi 5 mJ/cm2 dalam jangka waktu 6 detik.

"Hasil tes kami menunjukan bahwa radiasi UV-C  di atas dosis spesifik dapat melumpuhkan virus secara menyeluruh hanya dalam hitungan detik, kami sudah tidak lagi dapat mendeteksi adanya virus," ujar Dr Griffiths dalam keterangan pers ter tanggal 6 Oktober lalu. 

"Kami sangat antusias dengan penemuan ini dan berharap temuan kami dapat mempercepat pengembangan produk yang dapat membantu mengatasi penyebaran Covid-19," imbuhnya.

Paparan sinar UV-C terbukti efektif untuk menetralisir virus dan bakteri dalam hitungan detik. Namun, paparan sinar tersebut juga mempunyai dampak berbahaya bagi kesehatan kulit dan mata manusia maupun hewan jika terpapar secara langsung. Oleh karena itu, para pengguna harus meninggalkan ruangan setelah menyalakan lampu. Lampu akan mulai bekerja setelah mendeteksi tidak ada gerakan di sekitarnya dalam tempo 30 detik. 

Sebagai pelengkap fitur keamanannya, pihak Signify  memang mengaku telah menambahkan fitur sensor gerak sehingga jika mendeteksi gerakan dari manusia, lampu tersebut akan langsung mati.

Sementara itu, durasi untuk mendesinfeksi ruangan tergantung dengan ukuran ruangan tersebut dan jenis-jenis barang di dalamnya. Ruang tamu yang berukuran sekitar 28 meter persegi (m2) membutuhkan waktu paparan sekitar 45 menit, kamar tidur berukuran 20 m2 butuh 30 menit, dan untuk kamar mandi berukuran 13 m2 butuh 15 menit guna memastikan ruangan tersebut terdesinfeksi secara efektif.

"Saya sangat senang atas hasil kerjasama dengan Universitas Boston yang bermanfaat dalam melawan virus korona. Universitas Boston telah memvalidasi efektivitas cahaya lampu kami sebagai langkah pencegahan bagi banyak perusahaan dan institusi ketika mereka sedang mencari cara untuk menyediakan lingkungan bebas virus," pungkas Eric Rondolat selaku CEO dari Signify.

Saat ini, produk yang ditawarkan dalam dua varian warna tersebut dapat dibeli seharga Rp999.500 atau Rp1,299 juta di beberapa platform market place. (RO/M-2) 

BERITA TERKAIT