08 October 2020, 04:55 WIB

Bank Gabah, Upaya Meraih Sejahtera


DW/HI/SL/N-3 | Nusantara

HERMAN Deru mengejar obsesi menjadikan petani di wilayahnya sejahtera. Pandemi pun tidak membuat Gubernur Sumatra Selatan itu merasa terhadang.

“Saya selalu mengejar sukses mengelola pertanian. Pasalnya, 80% warga di daerah ini ialah petani,” ujarnya, di Palembang, kemarin.

Ia optimistis bisa tercapai. Sumsel sudah dikenal sebagai daerah penghasil beras. Potensi alam dan wilayah yang luas juga sangat mendukungnya.

Tidak cukup dengan itu, belum lama ini Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan meluncurkan BUMD agribisnis. Dalam praktiknya, lembaga ini akan berlaku layaknya bank, tapi untuk urusan gabah.

“Bank Gabah diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga petani tidak menjadi buruh di tanah sendiri. Bank Gabah ialah jawaban kami menyambut tawaran Medco Agro Group,” jelas Herman.

Bank Gabah tidak hanya menyediakan modal dan menampung hasil pertanian. Mereka juga akan melakukan pembinaan dan pemasaran hasil panen.

“Saya yakin kesejahteraan masyarakat Sumsel paling mungkin diwujudkan dari sektor pertanian ini,” tandas mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur itu.

Terus berbuat baik di masa pandemi juga dilakukan Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara. Mereka membuka pasar wisata untuk masyarakat.

Pasar wisata berada di Pantai Tolire Ici di Takome, Ternate Barat. “Ini pasar wisata pertama di Ternate. Kami menyediakan tempat bagi pelaku UMKM menjual hasil produksi dan makanan lokal. Semoga ini menjadi sarana pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hasim Yusup.

UMKM yang terpuruk juga menjadi sasaran Polres Tanjungjabung Barat, Jambi, saat pagebluk mengepung. “Kami nyaris gulung tikar ketika Pak Kapolres datang dan mengulurkan bantuan. Selain memberi jalan keluar modal, kami juga dibantu pemasaran,” kata Lupe, 40, pelaku UMKM pengolahan udang pepay. (DW/HI/SL/N-3)

BERITA TERKAIT